Tampilkan postingan dengan label Deklarasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Deklarasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 April 2019

Deklarasi Amien Rais, Ketua PBNU Ingatkan Hoax Ratna Sarumpaet - Tempo.co


TEMPO.CO, Jakarta - Ketua PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyayangkan pernyataan terbaru dari politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais perihal hasil penghitungan suara Pilpres 2019. Pernyataan termuat dalam video yang tersebar di ruang-ruang media sosial tentang deklarasi rencana pelantikan Prabowo-Sandi sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih pada 20 Oktober mendatang.

Baca juga:

Soal People Power Amien Rais, Buya Syafii: Enggak Usah Didengar

Gus Ipul menilai pernyataan Amien Rais yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi itu tergesa-gesa. Gus Ipul mengingatkan bahwa KPU masih melakukan proses penghitungan suara real count. Sementara hasil hitung cepat banyak lembaga survei bertolak belakang dengan klaim Amien.

"Terus terang para kiai juga menyayangkan Pak Amin yang mengeluarkan tergesa-gesa sebelum ada pernyataan Komisi Pemilihan Umum (KPU)," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat 19 April 2019. Dia menambahkan, "Jangan-jangan nanti keliru lagi seperti kasus Ratna Sarumpaet yang begitu tergesa-gesa ternyata hoax." 


Terkait video Amien Rais itu, Gus Ipul berharap Ketua Dewan Kehormatan PAN itu bisa segera mengoreksi dan menunggu seluruh proses perhitungan suara secara resmi di KPU. "Sebelum menimbulkan kegaduhan lebih jauh," ujar Gus Ipul.

Baca juga:

Massa Syukuran di Rumah Prabowo Diminta Bertahan Meski Hujan

Keterangan tertulis Gus Ipul juga menyebut adanya pertemuan puluhan Kiai Sepuh se-Jawa Timur, baik pendukung capres 01 maupun 02. Pertemuan dilakukan di rumah Gus Ipul untuk membicarakan permasalahan bangsa pasca pilpres digelar.

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (kiri) selaku saksi berbincang dengan terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet dalam sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis, 4 April 2019. ANTARA

Hadir dalam pertemuan para kiai yakni Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri KH Anwar Manshur dan KH Abdullah Kafabihi; Pengasuh Pesantren Miftachussunnah Surabaya KH Miftahul Ahyar; Pengasuh Pesantren Ploso Kediri, KH Zainuddin Djazuli dan KH Nurul Huda Djazuli; serta Pengasuh Pesantren Sidogiri, Pasuruan KH Nawawi Abdul Djalil.

Dalam video berdurasi 1 menit 31 detik itu, Amien Rais, Ketua Dewan Kehormatan PAN, mendeklarasikan kemenangan Prabowo-Sandi di Jawa Timur. Menepis hasil hitung cepat banyak lembaga survei, Amien menyebut hasil real count tiga lembaga terakreditasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Baca juga:

Rayakan Kemenangan, Eks 212: Prabowo-Sandi Hanya Perdalam Luka

Kunggulan Prabowo-Sandi atas Jokowi-Ma'ruf di Jawa Timur bahkan disebutnya sangat meyakinkan karena terjadi di seluruh wilayah provinsi itu. "Sehingga kita Insyalallah 20 Oktober dilantik Prabowo-Sandi, kita bangun kembali negeri ini. Yang salah masuk penjara. Yang tobat diadili tapi tetap hukum ditegakkan," kata Amien Rais.



Read More

TKN Sebut Deklarasi Kemenangan dan Hasil Survei Internal Prabowo Sajikan Realitas Semu - KOMPAS.com


JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menilai aksi calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melakukan deklarasi kemenangan berkali-kali menyajikan realitas semu kepada pendukung.


"Pendukung disajikan realitas semu bahwa kubu 02 sudah menang dan informasi di luar itu adalah sesat dan direkayasa," kata Ace dalam keterangan tertulis, Jumat (19/4/2019).


Ace mengatakan, Prabowo mengajak para pendukung untuk percaya hasil survei internal real count dan exit poll. Padahal, menurutnya, kebenaran survei itu belum teruji.


"Tujuan utamanya adalah menggalang sentimen pendukung agar bisa disiapkan untuk aksi berikutnya," ujarnya.


Baca juga: Apa Alasan TKN Akhirnya Klaim Kemenangan Jokowi-Maruf?


Ace mengatakan, deklarasi yang dilakukan Prabowo itu bisa saja berujung pada delegitimasi hasil pemilu oleh KPU karena hasil pemungutan suara internal BPN dan KPU berbeda.


"Framing hasil perhitungan KPU berbeda dengan hasil real count mereka. Dan, sudah dipastikan kubu 02 akan menyerang KPU dengan tuduh pemilu curang dan hasilnya direkayasa," tuturnya.


Selanjutnya, Ace mengatakan, semua pihak harus menunggu hasil final penghitungan suara dari KPU. Menurutnya, jika tidak puas dengan hasil dari KPU, bisa diproses sesuai peraturan perundangan-undangan.


"Tiga puluh tahun proses pemilu di negara kita berlangsung dengan damai. Jangan karena ambisi segelintir elite politik untuk berkuasa, maka rumah keindonesiaan dibakar oleh syhawat politik mereka," pungkasnya.


Sebelumnya, calon presiden Prabowo Subianto bersama calon wakil presiden Sandiaga Uno mendeklarasikan kemenangan dalam Pilpres 2019 atas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Kamis (18/4/2019) sore.


"Kami mendeklarasikan kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden berdasarkan perhitungan real count lebih dari 62 persen," kata Prabowo saat jumpa pers di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta.


Baca juga: Erick Thohir Persilakan Relawan dan Pemilih Jokowi-Maruf Gelar Syukuran

Setelah munculnya hasil quick count atau hitung cepat sejumlah lembaga, Prabowo dua kali tampil di hadapan publik.


Ia dua kali menggelar jumpa pers di kediamannya di Kertanegara.


Dalam jumpa pers tersebut, Prabowo mengklaim menang atas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin berdasarkan hasil exit poll, quick count, dan real count yang dilakukan internal BPN.






Read More

Kamis, 18 April 2019

Deklarasi Kemenangan Prabowo, Ekspresi Sandiaga, dan Manuver SBY - Tempo.co


TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk ketiga kalinya mendeklarasikan kemenangannya dalam pilpres 2019 di teras rumah Prabowo, Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 18 April 2019 sekitar pukul 17.30 WIB. Untuk deklarasi kemenangan ketiga ini, calon wakil presiden Sandiaga Uno hadir mendampingi Prabowo.

Baca: BPN: Kemenangan Prabowo Didasarkan Perhitungan 320 Ribu C1 Plano

"Hari ini saya Prabowo Subianto menyatakan bahwa saya dan Sandiaga Uno mendeklarasikan sebagai presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024, berdasarkan perhitungan lebih dari 62 persen real count dan C1 yang telah kami rekapitulasi," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, deklarasi dilakukan lebih cepat lantaran kubunya memiliki bukti kemenangan di berbagai daerah, mulai dari desa hingga kecamatan di seluruh Indonesia. Dia mengajak pendukungnya yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari partai koalisi, ulama, relawan, tokoh agama, milenial, emak-emak dan bapak-bapak militan untuk bersyukur kepada Tuhan.


Simak: Pidato Prabowo Klaim Kemenangan dengan Raih 62 Persen versi Real Count Internal

Namun sepanjang deklarasi, ekspresi Sandiaga menjadi sorotan karena dia hanya diam. Pandangan matanya tertuju pada kertas pidato yang dipegang Prabowo. Mengenakan kaus biru, Sandiaga tak tersenyum sama sekali. Padahal biasanya dia murah senyum. Rambut Sandiaga yang biasanya disisir rapi, juga tampak dibiarkan berantakan. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu hanya membuka mulutnya untuk mengucapkan kalimat takbir "Allahu Akbar" dan "merdeka" yang dikomandoi Prabowo.

Sebelumnya, beredar isu Sandiaga tidak hadir pada dua kali deklarasi kemenangan Prabowo karena ada pertengkaran antara keduanya. Belakangan timses kubu 02 membantah isu miring itu, kubu Prabowo menjelaskan bahwa ketidakhadiran itu karena alasan kesehatan Sandiaga yang mengalami cegukan sejak pagi hingga malam hari.

Baca: Begini Reaksi AHY Saat Ditanya Alasannya Tak ke Rumah Prabowo

Tak hanya Sandiaga, ketidakhadiran Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dalam tiga kali deklarasi kemenangan Prabowo itu juga dipertanyakan. Manuver Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY pun tak kalah menuai perhatian. Dia menarik semua kadernya yang "berdinas" di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk kembali ke kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat.

Instruksi ini awalnya beredar melalui aplikasi perpesanan. Dalam instruksi pertama, pesan ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, dan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. "Arahan Ketum, untuk sementara waktu, seluruh pimpinan partai maupun kader PD yang “berdinas” di BPN agar sekarang juga kembali ke WP41 untuk konsolidasi. Demikian untuk dilaksanakan," tulis instruksi tersebut.

WP 41 merujuk pada Wisma Proklamasi Nomor 41 yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat. Tempat ini juga merupakan kantor DPP Partai Demokrat.

Baca: 4 Poin Instruksi SBY kepada Petinggi Partai Demokrat

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsudin membenarkan adanya instruksi itu. "Sebagaimana instruksi-instruksi beliau, itu kan disuruh ke WP 41, itu memang gedung tempat kami berkumpul untuk konsolidasi di sana," kata Amir kepada Tempo, Kamis malam, 18 April 2019.



Read More

Prabowo Deklarasi Kemenangan Untuk Ketiga Kali - JPNN.com


Suhu politik di Indonesia belum juga menurun pasca pemilu presiden - pilpres 2019. Menyusul kedua kubu capres dan cawapres yang berlaga di Pemilu Presiden -Pilpres 2019 masih saling klaim kemenangan.



Prabowo tetap klaim menang:

  • Capres Prabowo Subianto deklarasikan kemenangan untuk ketiga kalinya dan mengklaim terjadi kecurangan di berbagai wilayah
  • Capres Joko Widodo mengklaim telah menerima ucapan selamat dari 22 tokoh pemimpin dunia
  • KPU minta kedua kubu tidak saling klaim menang dan sabar menunggu penghitungan suara yang akan berlangsung 35 hari

Kubu pasangan Capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno belum bersedia mengaku kalah, meski hitung cepat sejumlah lembaga survey telah memenangkan rivalnya pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sehari pasca pemilu 2019, Prabowo kembali mendeklarasikan kemenangan kubunya pada Kamis (18/4/2019) untuk yang ketiga kalinya.

"Pada hari ini, saya Prabowo Subianto menyatakan bahwa saya dan saudara Sandiaga Salahudin Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai Presiden dan wakil Presiden tahun 2019-2024 berdasarkan lebih dari 62% real count kami dan C1 yang telah kami rekapitulasi." kata Prabowo Subianto.

Deklarasi tersebut langsung disambut dengan pekik takbir oleh sejumlah pendukungnya yang hadir di kediaman Prabowo di jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

Berbeda dengan deklarasi kemenangan sebelumnya, kali ini cawapres Sandiaga Salahudin Uno turut mendampingi. Sandi yang biasa tampil ramah kepada awak media ini, Kamis sore memilih tutup mulut sepanjang deklarasi dan wajahnya tidak menunjukan raut ekspresi khasnya. sebaliknya Sandiaga terlihat murung dan tertekan.

"Kami akan jadi presiden dan wapres bagi seluruh rakyat Indonesia demi kejayaan dan kelestarian seluruh rakyat Indonesia dan NKRI kita yang kita cintai berdasarkan Pancasila dan UUD 45," kata Prabowo dengan bersemangat.

Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan pihaknya memutuskan mendeklarasikan kemenangan lebih awal tanpa menunggu penghitungan suara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena telah terjadi kecurangan yang bersifat massif.

"Telah terjadi usaha-usaha dengan berbagai ragam kecurangan yang terus terjadi di berbagai desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia." kata Prabowo.

Deklarasi ini disampaikan hanya selang beberapa menit setelah capres Joko Widodo menegaskan kembali posisinya sebagai pasangan capres cawapres yang diunggulkan menang dalam pilpres 2019 berdasarkan hasil hitung cepat dari 12 lembaga survey di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Hasil hitung cepat tersebut menyebutkan prosentase perolehan suara pasangan Jokowi-Amin diperkirakan sebesar 54,5% sementara Prabowo-Sandi sebesar 45,5%.

"Kita tahu bahwa Quick Count (QC) adalah cara penghitungan yang ilmiah dan dari pengalaman pemilu lalu akurasinya bisa mencapai 99%. Sehingga hampir sama dengan perhitungan Real Count KPU. Namun kita harus tetap sabar menunggu hasil penghitungan resmi KPU," kata Jokowi kepada pewarta.

Jokowi juga menegaskan kembali kemenangannya ini dengan mengaku telah menerima ucapan selamat dari 22 kepala negara dan pemerintahan dari berbagai negara.

"Tadi siang sampai sore kita telah menerima ucapan selamat dari PM Malaysia Mahathir Mohamad dan juga PM Singapura Lee Hsien Loong, dan juga Presiden Turki Erdogan dan juga 10 negara lainnya yang telah memberikan ucapan selamat atas suksesnya pesta demokrasi di negara kita," papar Jokowi.

"Beliau juga menyampaikan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia dan juga Jokowi dan KH Ma'ruf Amin atas keberhasilan Pemilu 17 April kemarin," tambah Jokowi.

Sementara itu Komisioner KPU Pramono Ubaid meminta semua pihak bersabar menunggu proses perhitungan suara oleh penyelenggara pemilu. KPU meminta kedua kubu pasangan calon presiden tidak saling klaim kemenangan.

"Kami berharap klaim kemenangan dilakukan setelah hasil resmi yang dikeluarkan oleh KPU," kata Pramono di Hotel Ritz Carlton, Rabu, 17 April 2019.

Persoalkan quick count

Hasil hitung cepat lembaga survey pasca pemilu 2019 ini menjadi sorotan, lantaran capres Prabowo Subianto dan pendukungnya menolak hasil hitung cepat itu. Prabowo pada deklarasi kemenangan pertama pada Rabu (17/4/2019) menyebut banyak lembaga survei telah menggiring opini publik kalau dirinya kalah di Pilpres 2019.

Selain itu lembaga survey juga dituding telah dibayar untuk melakukan kecurangan dengan mengelabui masyarakat melalui quick count untuk menentukan hasil real count.

Menanggapi tuduhan Capres Prabowo Subianto ini, jumpa pers pada Rabu (17/4/2019), Direktur Cyrus Network, Hasan Nasbi menegaskan lembaga survei yang ada di bawah Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) tidak pernah mengeluarkan hitung cepat (quick count) dengan data bohong.

Sebaliknya pihak yang membuat poling (pollster) bekerja secara profesional dan bersedia diaudit atas rilis survei yang dibuat. Ia bahkah balik menantang untuk saling membuka data survey Quick Count.

"Saya ingin tekankan bahwa kalau demokrasi mau jalan yang lebih benar ya harus sportif dengan mengangkat data-data yang bisa dibenarkan. Kita bersedia diaudit TPS hasilnya berapa. Apalagi ada yang ngaku 5.000 TPS itu kalau kita paksa hari ini pasti nggak akan bisa," tuturnya.

Hasan mengatakan Cyrus Network mengumumkan kemenangan Jokowi-Ma'ruf setelah data masuk sebanyak 87 persen. Pengumuman disampaikan karena dianggap tak akan ada perubahan suara yang signifikan.

"Kalau kita berani tantang dan hasil ini 87 persen nggak akan berubah banyak. Jadi angka ini mirip menyerupai hasil 90 persen. Sebenarnya kita mau umumkan nanti pas 90 persen tapi karena ada yang sok-sok klaim menang duluan maka kita ingin sampaikan ini, yaitu Jokowi-Ma'ruf Amin yang unggul dari (survei) kita," ujar Hasan.

Rekonsiliasi pasca pilpres 2019

Aksi saling klaim kemenangan di kedua kubu pasangan capres dan cawapres ini berpotensi menjegal segera terciptanya rekonsiliasi pasca pemilu 2019.

Tajamnya polarisasi di masyarakat serta kuatnya politik identitas yang digunakan selama kontestasi pilpres 2019, sejumlah tokoh menyerukan agar kedua pasangan capres dan cawapres yang berlaga di pilpres 2019 segera bertemu dan berkonsiliasi guna meredam ketegangan yang terjadi di kalangan pendukung di kedua kubu.

Apalagi kubu Prabowo Subianto menggaungkan pengerahan kekuatan massa atau 'people power' jika terjadi kecurangan.

Capres petahana, Joko Widodo menyambut seruan itu dan mengatakan persahatannya dengan dirinya ingin segera bertemu dengan sahabatnya Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Sudah sering saya sampaikan persahatan dan tali silaturahmi saya dan KH Ma'ruf Amin tidak akan putus dengan Pak Prabowo dan sandi.

"Tadi siang saya sudah mengirim seseorang agar dapat segera bertemu dengan beliau agar kita bisa berkomunikasi dan bertemu sehingga rakyat dapat melihat Pemilu sudah selesai, aman, lancar, damai dan tidak ada sesuatu apapun." kata Jokowi.

Sementara capres Prabowo meski tidak mengungkapkan keinginan untuk bertemu namun dalam pidato deklarasi kemenangannya ia menyerukan agar rakyat Indonesia segera saling mempererat persaudaraan. Prabowo bahkan mengutip penyataan Jokowi di acara debat terakhir.

"Seperti dikatakan oleh Pak Jokowi agar rantai persahabatan yang terputus segera disambung kembali, Sudah tentu saya dan saudara Sandiaga uno akan tetap bersahabat dengan Pak Jokowi dan Kyai Ma'ruf Amin dan semua dalam jajaran 01. Semua adalah saudara kita." kata Prabowo.

Namun seruan ini tampak baru sekedar kata-kata. Karena faktanya relawan Prabowo dari persaudaraan alumni (PA) 212 malah akan menggelar acara syukuran berupa 'zikir doa sujud kemenangan' untuk merayakan kemenangan pasangan 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno usai Shalat Jumat (19/4'2019) besok.

Awalnya acara ini akan diselenggarakan di Monas yang diawali dengan aksi berjalan kaki dari Masjid Istiqlal ke Monas, dan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun acara di Monas ini dibatalkan dan diganti dengan berkumpul di kediaman Capres Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

Sebelumnya otoritas keamanan melarang aksi pawai kemenangan pemilu 2019 sampai pemenang pemilu 2019 resmi diumumkan KPU. Hal ini bertujuan agar dapat menjaga suasana kondusif saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan penghitungan suara.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengimbau agar kubu mana pun untuk tidak memobilisasi massa, baik merayakan kemenangan maupun yang menyatakan ketidakpuasan terkait hasil pemilu. Dan polisi akan menindak tegas aksi pawai pasca pemungutan suara pemilu 2019.

Ikuti berita-berita menarik lainnya di situs ABC Indonesia.


Read More