Rabu, 14 November 2018

4 Pilar Kebangsaan Jadi Tema Studium Generale Prodi Hukum Tata Negara

IAIN Parepare--- Program studi Hukum Tata Negara jurusan Syariah dan Ekonomi Islam menggelar studium generale di Aula IAIN Parepare (14/11).

Hadir pakar hukum tata Negara, Prof. Dr. H. Lauddin Marsuni, SH., MH, dengan mengangkat tema Reaktualisasi Nilai 4 Pilar Kebangsaan di Tahun Politik menyonsong Pilpres (Pemilihan Presiden) 2019.

Prof. Lauddin melihat masih rendahnya kualitas politik di Indonesia. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang 4 pilar Negara.

“Pendidikan politik kita rendah maka pemahaman tentang 4 pilar juga rendah. Karena pemahaman rendah maka kualitas berpolitik juga rendah,” ucapnya.



Lebih lanjut ia menjelaskan 4 pilar yang dimaksud di antaranya Pancasila, Undang Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka tunggal ika.

“4 pilar tersebut sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Gimana caranya, lakukan dan tingkatkan, sosialisasikan melalui pendidikan politik,” tambah Prof. Lauddin.

Selain itu, Ketua panitia Badruzzaman melihat adanya ketidakjujuran, interaksi politik yang tidak sehat menjelang Pilpres dalam bentuk maraknya berita hoax.



Bagaimana mereaktualisasikan nilai 4 pilar kebangsaan dalam tahun politik ini menghadapi Pilpres 2019 dalam artian perilaku-perilaku politik para Timses (tim sukses) Jokowi dan timses Prabowo terhadap calon konstetuennya itu sangat gobrok termasuk menyebarkan berita hoax,” ujarnya.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor II, Dr. H. Sudirman yang didampingi oleh Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Budiman dan Penanggung jawab Prodi Hukum Tata Negara, Rusdaya.



“Kegiatan ini sangat penting guna penguatan Prodi hukum tata Negara khususnya mahasiswa. Kami sengaja datangkan ahli atau pakar hukum tata Negara dan Alhamdulillah pada hari ini sempat hadir,” ungkap Rusdaya, Penanggungjawab Prodi Hukum Tata Negara, IAIN Parepare.

Minggu, 11 November 2018

Kontingen IAIN Parepare Masuk Posisi 5 Besar Poros Intim 2018

IAIN Parepare--- Pasca pelepasan kontingen IAIN Parepare pada Jum’at (02/11)  dalam rangka mengikuti  Pekan Olaraga, Riset dan Ornamen Seni Perguruan Tinggi Islam Negeri Indonesia se-Indonesia Timur (Poros Intim) yang digelar oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Setelah berlangsung sepekan lamanya, akhirnya kegiatan tersebut ditutup usai  pelaksanaan  gerak jalan santai yang turut dirangkaikan Milad ke 53 UIN Alauddin Makassar, Ahad (11/11).



IAIN Parepare yang turut berpastisipasi dalam kegiatan tersebut berhasil masuk dalam posisi 5 besar dengan perolehan 3 mendali emas, 2 perak dan  4 perunggu.



Sunandar, koordinator akademik IAIN Parepare mengungkapkan kesyukurannya dalam sebuah postingan pada group facebook IAIN Parepare.

“Alhamdulillah raihan juara dan medali yang sudah diraih tim IAIN Parepare dalam Poros Intim di UIN Alauddin Makassar, catur tunggal putra dan putri 2 medali (emas dan perak), pop solo 1 medali emas, bulutangkis ganda putri 1 medali (emas), tennis meja individu putri 1 medali (perunggu), tenis meja ganda putri 1 medali (perak), takrow 1 medali (perunggu) dan tahfidz 10 juz wanita 1 medali perunggu”, posted Sunandar.



Salah satu mahasiswa yang turut ikut dalam kontingen IAIN Parepare, Yulia Octavia juga mengungkapkan kesyukurannya atas pencapaian tersebut. “Pastinya bahagia dan bersyukur bisa juara dan tidak sia-sia latihan selama ini karena hasil yang didapatkan,” ucapnya saat diwawancarai via whatsapp usai berhasil meraih medali emas dalam bulutangkis ganda putri.

Jumat, 02 November 2018

Wakil Rektor II Harap Kontingen IAIN Parepare Tunjukkan Sportivitas

IAIN Parepare--- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare yang diwakili oleh Wakil Rektor II bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Dr. Sudirman L, melepas secara resmi  kontingen IAIN Parepare di ruang seminar Pascasarjana IAIN Parepare, Jum’at (02/11).



Pelepasan kontingen tersebut dilakukan dalam rangka partisipasi IAIN Parepare  pada kegiatan Pekan Olaraga (POR) UIN Alauddin Makassar .

Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama sekaligus Ketua kontingen IAIN Parepare, Dr. Abu Bakar Djuddah mengungkapkan sebanyak 47 orang yang akan berangkat ke lokasi kegiatan, terdiri dari 43 peserta lomba dan 4 orang official.

“Insyaa Allah kita akan berangkat hari Ahad sore, setelah salat ashar tanggal 04 November sedangkan pertandingannya dibuka tanggal 05 November oleh bapak Dirjen Pendidikan Tinggi dan lombanya berlangsung sampai Ahad tanggal 11 November ,” jelasnya.

Dikutip dari washilah.com, kegiatan POR UIN Alauddin Makassar menjadi ajang seleksi Pekan Olaraga dan Seni se-Indonesia Timur (POROS INTIM) dan Pekan Olaraga Seni dan Riset (PIONIR) 2019 di Malang.

Dr. Sudirman L selaku Wakil Rektor II IAIN Parepare berpesan agar kontingen IAIN Parepare dapat menunjukkan sportivitas dalam bertanding.

“Kontingen ini harus menunjukkan sportivitas dan kesungguhan dalam bertanding. Jangan hanya sekedar hadir untuk menunjukkan IAIN Parepare dalam berpartisipasi tetapi prestasi juga. Kita harapkan semangat itu harus dijunjung tinggi,” ucapnya.

[caption id="attachment_9147" align="alignnone" width="300"] Foto: Dr. H. Sudirman L, M.H (Wakil Rektor II bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, IAIN Parepare)[/caption]

Lebih lanjut Sudirman juga berharap agar para peserta dalam kontingen IAIN Parepare tetap menunjukkan loyalitas terhadap lembaga khususnya dalam kode etik dan tetap menunjukkan tag line IAIN Parepare Malebbi Warekkadanna, Makkeade Ampena (Santun dalam bertutur, sopan dalam bertindak).

Senin, 29 Oktober 2018

TAUBAT: Tarbiyah Generasi Hebat

IAIN Parepare--- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah dan Adab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan Taubat (Tarbiyah dan Adab untuk Generasi Hebat).

Ketua HMJ Tarbiyah dan Adab, Fauziah Musra mengungkapkan tujuan dilaksanan kegiatan ini selaras dengan tema yakni membangun mahasiswa yang bermoral dan bertabur prestasi.

Kegiatan tersebut diikuti 356 peserta yang merupakan mahasiswa baru jurusan Tarbiyah dan Adab dari berbagai program studi. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula IAIN Parepare mulai tanggal 26 sampai 28 Oktober 2018.

Beberapa pemateri pun dihadirkan baik dari kalangan dosen maupun alumni mahasiswa Tarbiyah dan Adab. Adapun materi yang akan diberikan oleh peserta seperti karakter building, kifayat, public speaking, pendidikan nilai dan etika, microteaching. Selain itu dalam kegiatan tersebut juga dirangkaikan launching buku yang ditulis oleh dosen IAIN Parepare, Dr. Ahdar, M. Pd. I.

Dari kegiatan taubat ini, para peserta diharapkan memiliki ketertarikan dalam berorganisasi. “Sebagai ketua HMJ Tarbiyah dan Adab, menginginkan mahasiswa baru untuk lebih solidaritas dan saya menginginkan mahasiswa Tarbiyah ini aktif berorganisasi,” harap Fauzia Musra, Ketua HMJ Tarbiyah dan Adab.

Sabtu, 27 Oktober 2018

Gubernur Sulsel Hadir Buka Seminar Nasional Penganugerahan Pahlawan Nasional

IAIN Parepare--- Hadirnya Gubernur provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah dalam kegiatan seminar nasional penganugerahan  Pahlawan Nasional Anregurutta KH. Abd. Rahman Ambo Dalle di Auditorium IAIN Parepare, Jum’at (26/10).

Ketua panitia, Dr. Hannani Yunus mengungkapkan sebanyak 600 peserta yang berasal dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Seminar nasional ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan Presiden Jokowi Widodo dalam rangka penganugerahan Pahlawan Nasional KH. Abd  Rahman Ambo Dalle.

“Alhamdulillah di jum’at ini kita semua diperkenankan oleh Allah Swt dalam suatu ivent yang menurut warga Dakwah Darul Irsyad (DDI) event luar biasa karena Insyaa Allah mudah-mudahan dari seminar ini akan menjadi suatu bahan pertimbangan kepada presiden Jokowi untuk memberikan pernghargaan pahlawan Nasional kepada anregurutta KH. Abd Rahman Ambo Dalle,” harap Hannani.



Beberapa pejabat pun hadir termasuk Wali Kota Parepare, M Taufan Pawe. “Anregurutta inilah yang menjadikan nafas sehingga kota Parepare sebagai kota ulama dan kota santri,” ucap Taufan saat memberi sambutan.

Dalam seminar ini menghadirkan narasumber Prof. Hamka Haq, Anggota DPR RI F PDIP, Prof. Ahmad M. Sewang, Pakar Sejarah UIN Alauddin Makassar, KH. Helmi Ali Yafie, Sekjend PB DDI dan Prof. Rahim Arsyad Direktur Pasca sarjana IAIN Parepare.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam sambutannya menjelaskan  pentingya pengembangan lembaga pendidikan seperti ini guna melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang berkarakter dan dapat membawa perubahan bagi masyarakat.

“Banyak orang cerdas tapi tidak bisa menjadi apa-apa karena melanggar etika, melanggar moral, ini sayang,” ujarnya sebelum membuka kegiatan.

Kamis, 25 Oktober 2018

Dakom Award 2018, Creativity in Harmony

IAIN Parepare--- Jurusan Dakwah dan Komunikasi menggelar Dakom Award 2018 di Auditorium Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Rabu (24/10).

Kegiatan Dakom Award merupakan kegiatan tahunan sebagai ajang apresiasi, silaturahmi serta mengasah kreativitas para mahasiswa. Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi, Dr. Muhammad Saleh menjelaskan pentingya keharmonisan dalam keluarga besar jurusan Dakwah dan Komunikasi.

Untuk tema tahun ini Creativity in Harmony, berkreativitas boleh, bersaing boleh tapi tetap dalam kekeluargaan. Jadi tetap membangun, membina keharmonisan. Makanya lomba-lomba yang dilaksanakan ada lomba akademik dan non akademik,” jelasnya.

Ketua panitia, Dr. Zulfah dalam laporannya mengungkapkan sebanyak 152 peserta dengan menyediakan berbagai jenis lomba seperti karya tulis ilmiah, debat ilmiah, nasyid, lipsyn dosen, tari kreasi, pantun Islami, dan desain poster bertemakan Dakwah. Kegiatan Dakom Award ini akan berlangsung hingga 27 Oktober mendatang.



Selain itu, setiap program studi yang tergabung dalam jurusan Dakwah dan Komunikasi juga dirangkaikan expo (pameran) hasil karya-karya yang telah diciptakan. Hadir Wakil Rektor II bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan IAIN Parepare, Dr. Sudirman L yang turut hadir melihat pameran secara langsung.

[caption id="attachment_9130" align="alignnone" width="300"] Foto: Dr. H. Sudirman L, M.H[/caption]

“Saya cukup salut dengan kreativitasnya, saya berharap ke depannya lebih mengembangkan dan menjauhi plagiarism untuk memunculkan kreasi-kreasi mahasiswa yang lebih besar lagi,”ucap Sudirman L, usai membuka kegiatan mewakili Rektor IAIN Parepare.

Minggu, 21 Oktober 2018

Rektor IAIN Parepare: Pentingnya Memiliki Sertifikat HKI

IAIN Parepare--- Workshop Kekayaan Intelektual (HKI) yang dilaksanakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, akhirnya ditutup secara langsung oleh Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan, (20/10).

Workshop yang dihadiri oleh 25 dosen dengan menghadirkan narasumber Dr. Wahyudin, M. Ag dari Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung.

[caption id="attachment_9121" align="alignnone" width="300"] Foto mulai sisi Kanan: Dr. Wahyudin Darmalaksana, M. Ag (narasumber), Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si (Rektor IAIN Parepare), Dr. Zainal Said, M.H (Kepala P3M IAIN Parepare).[/caption]

 

Dr. Ahmad Sultra Rustan menjelaskan akan pentingya memiliki sertifikat HKI. “Ini juga sebagai kehati-hatian kita, bahwa karya kita ini benar-benar bukan karya menjiplak bukan menyontek. Ini benar-benar hasil pemikiran kita dan objektivitas kita. Manakala kita harus mengutip dari pendapat atau karya oranglain maka secara objektif kita harus kemukakan di dalam karya kita,” jelasnya.

Lebih lanjut Ahmad juga menjelaskan dengan memiliki sertifikat HKI akan menunjukkan sebuah pengakuan dan tanggungjawab. Ahmad juga berharap agar dalam waktu tiga bulan, IAIN Parepare dapat mencapai 100 sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI).



Sementara Kepala P3M IAIN Parepare, Dr. Zainal Said menghimbau kepada peserta workshop agar turut membantu dan menyebarkan informasi terkait HKI kepada dosen-dosen lain.

“Teman-teman yang sudah ikut dalam workshop ini bisa mendampingi atau membantu teman-teman lainnya atau paling tidak P3M tetap memfasilitasi apabila ada teman-teman dosen yang ingin mendaftarkan karya-karya yang ada selama ini,” ujar Zainal Said.

Salah satu peserta workshop Dr. Zulfah mengungkapkan mulai tertarik  mengurus HKI. “Setelah ikut workshop, saya mulai tertarik mengurus HKI karena ternyata prosedur pengurusannya tidak sesulit dan semahal yang saya kira,” ungkap Dr. Zulfah, M. Pd salah seorang dosen pada jurusan Dakwah dan Komunikasi.