Sabtu, 20 Oktober 2018

Workshop Hak Kekayaan Intelektual Antisipasi Pelanggaran Hak

IAIN Parepare--- Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan workshop Hak Kekayaan Intelektual di ruang Seminar Pascasarjana IAIN Parepare, Jum'at (19/10).

Sebanyak 25 peserta yang merupakan dosen IAIN Parepare. Workshop ini akan berlangsung mulai tanggal 19 sampai 21 Oktober 2018.

Hadir pemateri Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si dan  Dr. Wahyudin Darmalaksana, M. Ag.

Kepala P3M IAIN Parepare, Dr. Zainal Said menganggap kegiatan ini sangat penting dilaksanakan. “Kegiatan ini sangat penting untuk lembaga ke depan, khususnya bagi teman-teman dosen. Ada beberapa karya yang terbit tapi ini belum terfasilitasi secara legal,” ucapnya.

[caption id="attachment_9113" align="alignnone" width="300"] Foto mulai sisi kiri Dr. Zainal Said, M.H (Kepala P3M IAIN Parepare), Muhammad Djunaidi, M. Ag (Wakil Rektor I), Dr. Wahyudin Darmalaksana, M. Ag (Pemateri)[/caption]

 

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I bidang Kemasiswaan dan Kelembagaan IAIN Parepare, Muhammad Djunaidi memberikan beberapa contoh-contoh kasus pengklaiman karya apabila tidak didaftarkan sebagai Hak Cipta ataupun Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Ini sebagai antisipasi terhadap pelanggaran hak oleh pihak-pihak lain,” ungkap Muhammad Djunaidi, Wakil Rektor I sebelum membuka kegiatan.

Dikutip Wikipedia.org Kekayaan Intelektual atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau Hak Milik Intelektual adalah padanan kata yang biasa digunakan untuk Intellectual Property Rights (IPR) atau Geistiges Eigentum, dalam bahasa Jermannya, yakni hak yang timbul bagi hasil olah pikir yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia. Pada intinya HKI adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual. Objek yang diatur dalam HKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia.



Jumat, 19 Oktober 2018

LKPKM 2018: Bangun Jiwa Integritas, Totalitas dan Loyalitas Mahasiswa

IAIN Parepare--- Pembukaan Latihan Kepemimpinan dan Pengembangan Karakter Mahasiswa (LKPKM) tahun 2018 dibuka secara resmi di gedung Auditorium IAIN Parepare, Kamis (18/10).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dewan Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. LKPKM merupakan kegiatan tahunan yang diikuti oleh mahasiswa IAIN Parepare khususnya mahasiswa baru.

Sebanyak 860 peserta mengikuti kegiatan LKPKM yang mengusung tema Membangun Jiwa Integritas, Totalitas dan Loyalitas Mahasiswa yang Sadar akan Tanggungjawab Sosial. Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai 18 sampai 21 Oktober 2018.



Meskipun dari jumlah keseluruhan mahasiswa baru tidak semuanya mengikuti LKPKM. Namun Ketua Dema IAIN Parepare Muhammad Arafah  melihat, mahasiswa yang memutuskan pilihan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta LKPKM 2018 merupakan satu langka kemajuan.

"Maka kalianlah yang sampai pada titik ini, apa poin pertama yang kalian sudah dapatkan? Kalian sudah mampu berbeda dengan teman-teman seperjuangan kalian, satu langkah lebih maju," ucapnya saat memberi sambutan di hadapan ratusan peserta.



Sementara Pelaksana Tugas Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Abu Bakar Juddah melihat kegiatan LKPKM merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan.

"Kita sudah dilahirkan bersama potensi itu tapi untuk mengimplementasikan potensi menjadi kompetensi tentulah tidak semudah membalikkan telapak tangan harus melalui sejumlah langkah-langkah di antaranya melalui pelatihan-pelatihan yang kalian ikuti seperti ini," ungkapnya.

[caption id="attachment_9085" align="alignnone" width="300"] Foto: Dr. Abu Bakar Juddah, M. Si (Plt. Wakil Rektor III)[/caption]

Lebih lanjut, Abu Bakar Juddah juga mengingatkan kepada peserta akan pentingnya kedisiplinan.

"Dalam diri kita, kita ini adalah pemimpin paling tidak memimpin diri kita menjadi orang yang disiplin karena kedisiplinan mengantar kita ke pintu kesuksesan. Kalau Anda tidak disiplin belajar, mengikuti perkuliahan tentulah amburadul. Tapi kalau disiplin, Insyaa Allah akan mengatar kalian mencapai cita-cita," jelasnya sebelum membuka kegiatan.

"Kita tidak mampu memprediksi masa depan kita, kita hanya mampu menata. Apa yang kalian lakukan hari ini merupakan bagian dari penataan masa depan"


-Dr. Abu Bakar Juddah, M. Si-


Plt. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, IAIN Parepare


 

 

Kamis, 18 Oktober 2018

Kemenag: Pelatihan Penyusunan Kinerja dan Indikator Kepegawaian

IAIN Parepare---Pelatihan Penyusunan Kinerja dan Indikator Kepegawaian diikuti sebanyak 40 tamu undangan dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia termasuk  IAIN Parepare.

Dengan mengangkat tema Integritas, Professional, Inovasi, Tanggungjawab dan Keteladanan, pelatihan ini berlangsung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia di Tangerang, provinsi Banten.

Kegiatan tersebut berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 11 sampai 16 Oktober 2018.

Amiruddin, delegasi dari IAIN Parepare menanggapi kegiatan tersebut sangat bagus diikuti. “Kita mengikuti pelatihan tentang sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang mengikuti ada resra, kemudian RKT (Rencana Kerja Tahunan), ada Perkin (Perjanjian kinerja) terus LKJ (Laporan Kinerja),” jelas Amiruddin, salah satu staf kepegawaian IAIN Parepare.

[caption id="attachment_9080" align="alignnone" width="300"] Foto: Sisi paling kiri, Amiruddin, S. Ag (Staf kepegawaian IAIN Parepare)[/caption]

Lebih lanjut Amir menjelaskan setelah mengikuti pelatihan tersebut langkah selanjutnya adalah bagaimana menerapkan apa yang diperoleh dalam pelatihan dapat diterapkan dalam lingkungan kampus IAIN Parepare.

“Harus disosialisasikan utamanya kepada pimpinan yang punya kegiatan masing-masing yang bertanggungjawab persoalan dana, anggarannya itu setiap eselon I, II, III sampai eselon IV atau yang disetarakan itu harus bikin Perkin (Perjanjian kinerja). Itu harus terbuka, yang mana indikator kinerja itu harus transparant, akuntabilitas, dan partisipatif artinya semua harus ikut berpartisipasi membuat RKTI (Rencana kerja tahunan),” paparnya.



Amir juga mengungkapkan tentang laporan yang harus disertai data. “Laporan itu harus ada data, tidak bohong-bohongan,” tambahnya saat diwawancarai di pelataran gedung Rektorat IAIN Parepare, Kamis (18/10).

Rabu, 17 Oktober 2018

Sutradara Film Quraisy Mathar akan Libatkan Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi

IAIN Parepare--- Perpustakaan Instititut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar nonton bareng plus bedah film Melawan Takdir di lantai 5 gedung Perpustakaan IAIN Parepare, Rabu (17/10).



Kegiatan tersebut juga dirangkaikan workshop pembuatan film yang dihadiri ratusan peserta mulai dari dosen, pegawai hingga mahasiswa dari berbagai jurusan.

Ketua Panitia A. Dian Fitriana mengungkapkan tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk melatih kecerdasan menangkap pesan, menganalisis, menyimpulkan sampai pada penerapan pesan film dalam kehidupan sehari-hari.



“Kegiatan bedah film ini semoga bermanfaat bagi kita semua, menumbuhkan budaya diskusi mahasiswa dan bagi diri kita pribadi. Karena belajar itu tidak semata-mata dari buku bisa dari media manapun termasuk  film,” ucap Dian, saat menyampaikan laporan.

Dihadiri sutradara dari film Melawan Takdir, Muh. Quraisy Mathar yang juga menjabat kepala Perpustakaan UIN Alauddin.

[caption id="attachment_9072" align="alignnone" width="300"] Foto: Muh. Quraisy Mathar (Sutradara Film Melawan Takdir)[/caption]

Selain itu, Quraisy Mathar juga mengungkapkan tentang rencana pembuatan film Pesawat Kertas dengan lokasi pengambilan gambar di kota Parepare.

“Kalau film pesawat kertas diproduksi di Parepare tentu saya yakin sumber daya terbesar kita adalah anak fakultas Dakwah IAIN Parepare karena sudah ada disini. Apalagi saya sempat ngintip, beberapa film pendek  di youtube anak-anak IAIN Parepare, perbedaanya kan hanya panjang pendeknya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Quraisy Mathar menjelaskan akan pentingnya melakukan riset sebelum produksi film serta tidak perlu takut dalam membuat film. Terlebih lagi, jika film yang dibuat dapat bermanfaat bagi orang lain.

Perlu diketahui, Film Melawan Takdir merupakan kisah nyata dari buku yang ditulis Prof. Hamdan Juhannis, PhD (Guru Besar UIN Alauddin). Film tersebut diproduksi tanpa penggunaan alat musik dan berhasil menjadi satu-satunya film Indonesia sebagai pembuka Cinema International.

[caption id="attachment_9073" align="alignnone" width="300"] Foto: Muhammad Saleh, Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi[/caption]

Kegiatan dibuka  Rektor IAIN Parepare yang diwakili oleh Muhammad Saleh, Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi.

Muhammad  Saleh berharap dengan dilakukan kegiatan ini, para mahasiswa mampu terdorong untuk membuat video-video yang dapat memberi motivasi kepada penonton.

“Tidak perlu yang durasinya 90 menit, satu menit  bahkan mungkin ada yang 30 detik tapi bisa memberikan inspirasi dan motivasi,” ungkapnya sebelum membuka kegiatan.

Senin, 15 Oktober 2018

Rapat Koordinasi Tim, Peduli Korban Bencana Gempa Tsunami

IAIN Parepare--- Pasca bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya, IAIN Parepare terus berusaha membantu mengumpulkan donasi untuk para korban bencana.

Kunjungan Rektor IAIN Parepare Ahmad Sultra Rustan beserta rombongan pada hari Jumat, 5 oktober sampai dengan hari Minggu ke IAIN Datokarama Palu juga membawa salah satu misi yakni untuk mengajukan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) kepada Pimpinan IAIN Datokarama Palu dalam rangka menyikapi bencana alam yang menimpa civitas akademik. Pihak IAIN Datokarama Palu pun menyambut baik nota MoU tersebut.

[caption id="attachment_8983" align="alignnone" width="300"] Foto penandatanganan MoU antara IAIN Palu dengan IAIN Parepare[/caption]

Sementara itu, usai melaksanakan rapat koordinasi bersama Rektor IAIN Parepare, Senin (15/10). Zainal Said Ketua tim peduli IAIN Parepare menjelaskan dana bantuan telah disalurkan melalui Kementerian Agama. Namun, IAIN Parepare masih membuka kesempatan berdonasi untuk para korban bencana mulai dari kalangan mahasiswa, pegawai, dosen maupun masyarakat sekitar.

Rapat koordinasi dihadiri oleh Rektor IAIN Parepare, para Wakil Rektor, para Ketua jurusan, Ketua Dema (Dewan Mahasiswa)  IAIN Parepare dan segenap tim.

“Alhamdulillah tadi kita sudah berkoordinasi dengan tim, dalam rapat koordinasi tadi Pak Rektor juga memberi arahan. Dana yang terkumpul mulai dari awal telah disumbangkan melalui Kementerian Agama dan sembako-sembako telah diantar langsung ke posko bencana. Sekarang ini bagaimana mengumpulkan dana bantuan masyarakat dan sivitas akademik,” ungkap Ketua Koordinator tim, Zainal Said usai mengikuti rapat.

[caption id="attachment_9064" align="alignnone" width="300"] Foto: Suasana rapat koordinasi di ruang pertemuan P3M Lantai 2, IAIN Parepare[/caption]

 
PALU - DONGGALA -SIGI

#DOMPET PEDULI IAIN PAREPARE#

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Duka Bencana Gempa dan Tsunami Palu, Donggala dan SIGI menantikan ULURAN TANGAN KASIH KITA semua. IAIN PAREPARE membuka dan menerima bantuan dana untuk para korban bencana alam , yang Insya Allah akan kami salurkan dengan penuh amanah.

Mengingat korban dan kerusakan dibidang pendidikan cukup besar, Kami menerima partisipasi Bapak, Ibu dan Saudara(i) melalui

Rek. BRI No. 0064.01.001108.30.6 an. DOMPET PEDULI IAIN PAREPARE

Terima kasih kepada para donatur. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan kasih sayangNya serta membalas dengan berlipat ganda bagi para donatur.

Jazakumullah Khairan Katsiran wa Jazakumullah Ahsanal Jaza...

Contact person
081142176133 ( Zainal Said )
082291922141 (AN Ras Try Astuti)

Kamis, 11 Oktober 2018

IAIN Parepare: 43 Orang Ikuti Asesmen Kompetensi Pegawai Negeri Sipil

IAIN Parepare--- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan asesmen kompetensi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kamis (11/10). Asesmen ini dibimbing langsung oleh tim asesmen biro kepegawaian Kementerian Agama Republik Indonesia (RI). Kegiatan asesmen dilakukan sebagai tindak lanjut dari amanah peraturan pemerintah nomor 11 tahun 2017 khususnya pada pasal 54 tentang persyaratan dalam pengangkatan jabatan.



Kepala Biro AUAK (Administrasi, Umum, Akademik dan Keuangan) IAIN Parepare, Musyarafah menjelaskan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki persyaratan dalam kompetensi manajerial, sosial kultural, dan kompetensi teknis.

“Dalam pelaksanaan tentu mengacu pada keputusan Menteri Agama nomor 207 tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan kompetensi bagi PNS linkungan Kementerian Agama,” ungkapnya.

Sebanyak 43 peserta asesmen yang terdiri dari 1 pejabat administrasi, dua orang pengawas dan 40 orang pelaksana.

[caption id="attachment_9041" align="alignnone" width="300"] Foto: Hj. Musyarafah, S. Sos., M. Si, Kepala Biro AUAK (Administrasi, Umum, Akademik dan Keuangan) IAIN Parepare[/caption]

“Tentunya harapan kita dari 43 peserta ini, kita dapat melihat kompetensi individual sehingga nantinya hasil dari asesmen ini, kita mendapatkan rekomendasi dalam pengembangan dari setiap ASN yang ada pada lingkungan IAIN Parepare,”harapnya.





Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor II, Dr. H. Sudirman L, menganggap kegiatan asesmen ini sangat penting untuk dilaksanakan.

“Asesmen ini dilakukan untuk bagaimana supaya para ASN kita ini sesuai dengan prinsip reformasi birokrasi. Bagaimana kita menunjukkan kinerja yang baik, profesional seperti apa yang dibutuhkan dunia kerja yang kita duduki selama ini. Apakah ada keseimbangan antara kebutuhan unit kerja atau struktur yang ada dengan kompetensi yang kita miliki,” ucap Sudirman sebelum membuka kegiatan.

[caption id="attachment_9039" align="alignnone" width="300"] Foto: Dr. H. Sudirman L, M. H (Plt. Wakil Rektor II bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, IAIN Parepare[/caption]

Setiap peserta mengikuti berbagai tes seperti psikotes serta wawancara langsung oleh psikolog. Pelaksanaan asesmen berlangsung pada dua tempat yakni lantai 2 dan 5 gedung Perpustakaan IAIN Parepare.

Rektor IAIN Surakarta Hadir dalam Kuliah Umum Pascasarjana IAIN Parepare

IAIN Parepare--- Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan kuliah umum di lantai 5 gedung perpustakaaan IAIN Parepare, Rabu (10/10). Kuliah umum tersebut dilaksanakan dalam rangka pembukaan kuliah semester ganjil tahun akademik 2019/2019 Program Pascasarjana IAIN Parepare.

[caption id="attachment_9029" align="alignnone" width="300"] Foto: Prof. Dr. H. Abd. Rahim Arsyad, M. A (Direktur Pascasarjana IAIN Parepare)[/caption]

Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Abd. Rahim Arsyad mengungkapkan jumlah keseluruhan mahasiswa baru pada program Pascasarjana mencapai 101 orang yang terdiri dari berbagai jurusan diantaranya jurusan magister Ekonomi Syariah, magister Ilmu Syariah, magister Komunikasi dan Penyiaran Islam, magister Pendidikan Agama Islam, magister Pendidikan Bahasa Arab, dan magister Pendidikan Bahasa Inggris.



[caption id="attachment_9032" align="alignnone" width="300"] Foto: Para Dosen Pascasarjana IAIN Parepare[/caption]

[caption id="attachment_9027" align="alignnone" width="300"] Foto: Sesi tanya jawab dengan narasumber[/caption]

 

Dr. Ahmad Sultra Rustan selaku Rektor IAIN Parepare hadir membuka perkuliahan Pascasarjana. Sementara, narasumber hadir Rektor IAIN Surakarta, Dr. H. Mudofir , S. Ag., M. Pd, dengan membawakan orasi ilmiah yang bertemakan Meneguhkan Islam Nusantara sebagai Pemersatu Bangsa.

[caption id="attachment_9025" align="alignnone" width="300"] Foto: Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si (Rektor IAIN Parepare)[/caption]

“Kami mendatangkan narasumber kita untuk meneguhkan kembali pemahaman kita supaya kita mendapatkan informasi akurat tentang makna sebenarnya Islam Nusantara dan memang kita berharap IAIN Parepare ini bisa menjelaskan kepada masyarakat tentang apa yang dimaksudkan dengan Islam Nusantara,” ungkap Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan saat memberi sambutan.

Dalam orasi ilmiah, Mudofir mengungkapkan tentang Islam yang aktual. “Saya yakin, kita yakin bahwa secara konseptual Islam itu sempurna, ada dalam Al-Qur’an, hadist-hadist, ada dalam buku-buku dan ceramah-ceramah tapi aktualisasinya itu penting supaya dirasakan hadir oleh manusia modern,” jelasnya.

[caption id="attachment_9030" align="alignnone" width="300"] Foto Narasumber: Dr. H. Mudofir , S. Ag., M. Pd (Rektor IAIN Surakarta)[/caption]

Mudofir juga berpesan kepada mahasiswa program Pascasarjana IAIN Parepare agar menaikkan kelas (level) bacaan, lebih banyak melakukan riset-riset ilmiah serta pandai melihat potensi-potensi kebutuhan masyarakat yang perlu ditanggapi berdasarkan big data pada google.