Kamis, 04 Oktober 2018

Rektor: Harap IAIN Parepare Miliki Kepedulian

IAIN Parepare--- Bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah menyebabkan kerusakan berbagai sarana dan prasarana termasuk di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu.  Sejumlah tim dari IAIN Parepare akan melakukan peninjauan langsung ke IAIN Palu. Tim ini dijadwalkan akan berangkat menuju lokasi pada Jum’at subuh, (05/10).

Pemberangkatan tim IAIN Parepare dilakukan dalam rangka peninjauan langsung ke lokasi bencana khususnya IAIN Palu. Sebagai sesama lembaga pendidikan, Rektor IAIN Parepare menganggap perlunya perhatian terhadap pendidikan para korban bencana khususnya mahasiswa IAIN Palu.

“Kita akan melaksanakan MoU (Memorandum of Understanding) dengan pihak IAIN Palu dalam rangka untuk mengantisipasi mahasiswa-mahasiswa mereka yang memang belum bisa ikut perkuliahan disebabkan karena kerusakan sarana dan prasarana,” ucap Ahmad Sultra Rustan, Rektor IAIN Parepare usai memimpin rapat di lantai 5 gedung Perpustakaan IAIN Parepare, Kamis (04/10).

[caption id="attachment_8962" align="alignnone" width="300"] Foto sisi kiri: Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si (Rektor IAIN Parepare) dan sisi kanan, Naharuddin, S. Ag., M. Pd (Kepala Bagian AUAK IAIN Parepare).[/caption]

Rencananya, apabila MoU disepakati oleh kedua belah pihak antara IAIN Parepare dengan IAIN Palu, para korban bencana khususnya mahasiswa akan dibolehkan belajar di kampus IAIN Parepare sesuai dengan program studi yang sama.

“Ini semacam antisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk yang mungkin bisa menghambat perkuliahan di IAIN Palu itu. Jadi, kita siap menampung para mahasiswa mereka pada program studi yang sama yang ada di IAIN Parepare,” tambah Ahmad yang menyebut kegiatan tersebut ‘Study in’.



Lebih lanjut, Rektor Parepare  Ahmad Sultra Rustan berharap agar IAIN Parepare memiliki kepedulian dalam kerjasama antar perguruan tinggi utamanya dalam PTKIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri).

“Kerjasama itu untuk tetap kita ikut program Nasional yaitu menyelenggarakan pendidikan pada masyarakat, utamanya MoU ini masyarakat yang terkena bencana di IAIN Palu,” jelasnya.

IAIN Parepare juga akan membuka posko bantuan untuk para korban bencana.

Rabu, 03 Oktober 2018

CPNS 2018: 46 Orang dibutuhkan pada Satker IAIN Parepare

IAIN Parepare--- Pengumuman dan alokasi formasi pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) telah diumumkan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (RI),  Selasa (25/09).

Pengumuman tersebut diterbitkan berdasarkan surat keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI nomor 49 tahun 2018 tentang kebutuhan pegawai aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama.

Dari empat belas jumlah keseluruhan Satuan kerja (Satker) yang mendapatkan alokasi formasi, termasuk salah satunya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare.

Kepala Bagian Administrasi, Umum, Akademik dan Keuangan ( AUAK) IAIN Parepare, Naharuddin mengungkapkan sebanyak 46 orang yang dibutuhkan pada IAIN Parepare terdiri dari 42 tenaga dosen dan 4 tenaga administrasi.

“Kita ini sudah rapat, yang menentukan lokasi tes itu panitia pusat khususnya tes CAT (Computer Assisted Test). Kita masih terus menunggu apakah di Parepare atau di Makassar karena kita tahu pendaftar ini seluruh Indonesia khususnya di Kementerian Agama itu tujuh belas ribu, ini memakan waktu lama untuk tes CAT nya. Jadi kita masih tetap koordinasi dengan panitia pusat,” jelasnya saat ditemui usai mengikuti rapat di ruang A3, Pascasarjana IAIN Parepare (02/10).

     

Lebih lanjut, Naharuddin menghimbau agar para pendaftar mematuhi aturan seperti tahapan-tahapan dan memenuhi segala persyaratan serta tidak percaya pada calo.

“Kita berharap bagaimana pendaftar ikut semua seleksi dan jatah kita sebanyak 46 orang terisi semua. Jangan ada berharap bahwa ada calo-calo yang mengurus, itu tidak ada,” tegasnya.

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui sistem SSCN BKN (http://sscn.bkn.go.id).

Download PENGUMUMAN Rincian Formasi CPNS Kementerian Agama 2018

 

Senin, 01 Oktober 2018

IAIN Parepare Empati terhadap Bencana Sulawesi Tengah

IAIN Parepare---Segenap sivitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan shalat ghaib di masjid Al-Wasilah IAIN Parepare, Senin (01/10).

Dihadiri para dosen, pegawai administrasi, serta mahasiswa dari berbagai jurusan. Shalat ghaib dilaksanakan sebagai wujud empati dan solidaritas terhadap para korban bencana alam gempa serta tsunami yang terjadi di Donggala Palu dan sekitarnya (Sulawesi Tengah).

Hal tersebut sesuai penjelasan Wahidin salah seorang pengurus masjid Al Wasilah sekaligus dosen IAIN Parepare.

“Shalat ghaib tadi itu sebagai bentuk solidaritas kita, mudah-mudahan arwah para syuhadah yang terkena bencana itu diterima oleh Allah Swt, diampunkan segala dosanya dan dilipat gandakan segala amal ibadahnya,” harapnya usai melaksanakan shalat ghaib.

Diawali shalat dzuhur berjamaah kemudian dilanjutkan shalat ghaib, suasana shalat berlangsung penuh khidmat.  Selain pelaksanaan shalat ghaib, sivitas akademika juga melaksanakan penggalangan dana untuk korban bencana alam.

[caption id="attachment_8909" align="alignnone" width="300"] Keterangan: Foto diambil usai pelaksanaan shalat ghaib.[/caption]

“Jadi kita sebagai saudara umat muslim punya tanggungjawab dan mereka punya hak untuk kita shalatkan. Walaupun rentang waktu cukup jauh tapi kita tetap punya kewajiban sebagai saudara semuslim,” tambah Wahidin.

Sementara salah seorang mahasiswi yang turut ikut melaksanakan shalat ghaib berharap agar para korban yang masih dalam proses pencarian dapat segera ditemukan.

IAIN Parepare Peringati Hari Kesaktian Pancasila

IAIN Parepare--- Segenap civitas akademik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila di pelataran gedung zona akreditasi, Senin (01/10).



Hari Kesaktian Pancasila merupakan peringatan ditumpasnya upaya kudeta Gerakan 30 September 1965 atau dikenal dengan peristiwa G30S/PKI. Hari Kesaktian Pancasila ini diperingati setiap 1 Oktober.

[caption id="attachment_8903" align="alignnone" width="300"] Foto: Pembacaan teks proklamasi[/caption]

Upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila dipimpin langsung oleh Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan. Dalam sambutannya, Ahmad melihat di era globalisasi terutama dalam lintas negara, lintas bangsa, lintas komunitas berpotensi masuknya paham radikal.

“Salah satu karakter paham radikal ini adalah menganggap bahwa mereka lah yang paling benar. Dengan paham radikal ini telah mengabaikan hak-hak dasar kita, baik hak kita sebagai umat beragama, hak-hak kita didalam bernegara, berbangsa, tetapi kita melihat betapa pancasila tetap mempersatukan kita atas kesadaran kita semua sehingga negara republik Indonesia masih berada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),”jelasnya.



Lebih lanjut Ahmad mengajak kepada segenap civitas akademik agar tetap bejuang mempertahankan Pancasila.

“Kalau dulu para pejuang berjuang untuk merdeka dari penjajah, tetapi kini dengan lintas negara ini kita semua harus tetap berjuang mempertahankan pancasila terutama dari paham radikal. Sebab mereka tidak ingin melihat Indonesia berada dalamsuatu negara kesatuan, mereka ingin memecah belah negara kesatuan kita ini,” ujarnya.

Salah satu bentuk nyata yang dilakukan IAIN Parepare dalam mempertahankan Pancasila, IAIN Parepare masih tetap mempertahankan mata kuliah Pancasila yang harus diprogram oleh setiap mahasiswa.



Usai upacara, Rektor IAIN Parepare juga mengajak segenap civitas akademik mulai dari pejabat, dosen, pegawai administrasi hingga mahasiswa untuk ikut mendonasikan hartanya kepada korban bencana alam gempa dan tsunami yang menimpa Palu, Sulawesi Tengah khususnya sivitas akademika IAIN Palu.

“Sebagian atau sebagian kecil harta kita, didonasikan untuk  masyarakat Palu khususnya IAIN Palu karena di IAIN Palu ternyata banyak dosen, para tenaga administrasi dan mahasiswa yang mengalami kecelakaan didalam terjadinya gempa dan tsunami. Mulai pada hari ini, Insyaa Allah kita akan meminta kerelaan dari bapak-bapak, ibu-ibu maupun dari anak-anakku mahasiswa, sekecil apapun dan dalam bentuk apapun, Insyaa Allah akan disampaikan kepada IAIN Palu,” ungkapnya.

Kegiatan donasi tersebut merupakan inisiatif dari hasil pembahasan dalam forum para pimpinan 58 PTKIN (Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri) bersama Menteri Agama Republik Indonesia (RI).

Minggu, 30 September 2018

Aksi Sosial, HMJ Dakom Peduli Korban Gempa Tsunami

IAIN Parepare—Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Dakwah dan Komunikasi menggelar aksi penggalangan dana untuk para korban bencana alam gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala, Palu Sulawesi Tengah.

Yurham ketua HMJ Dakom (Dakwah dan Komunikasi) mengungkapkan aksi tersebut merupakan aksi gabungan dari HMJ Dakom bersama Hima Prodi (Himpunan mahasiswa program studi) jurusan Dakwah dan Komunikasi seperti Hima prodi komunikasi penyiaran Islam, bimbingan konseling Islam, manajemen dakwah, pengembangan masyarakat Islam, sosiologi agama dan Hima Prodi jurnalistik Islam.

“Mengingat bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah, teman-teman kita yang ada di Donggala Palu, tersentak hati teman-teman sehingga dengan semangat persaudaran dan kemanusiaan kami turun aksi penggalangan dana di jalan,” ungkapnya saat diwawancarai via whatsapp, (30/09).

[caption id="attachment_8893" align="alignnone" width="300"] Foto: dibantu oleh polisi setempat[/caption]

Aksi penggalangan dana berlangsung mulai pagi sampai sore hari pada titik lokasi target sekitaran pasar Lakessi, jalan jenderal Sudirman, Mattirotasi dan jalan Bau Massepe dan akan dilanjutkan pada hari Senin (01/10) di area kampus. Tidak hanya berupa uang sumbangan, masyarakat juga turut ikut menyumbang dalam bentuk sembako maupun pakaian.



Menurut Yurham, dana yang terkumpul akan segera disumbangkan baik melalui ACT (Aksi Cepat Tanggap) Darurat maupun melalui jalur transportasi laut yang tersedia di pelabuhan kota Parepare.

[caption id="attachment_8898" align="alignnone" width="300"] Info[/caption]

“Kami turun aksi penggalangan dana, mudah-mudahan mampu membantu dan meringankan beban teman-teman disana,” tambah Yurham.

Porda Sulsel XVI: Mahasiswa IAIN Parepare Kembali Raih Emas dalam Cabang Olaraga Kempo

IAIN Parepare--- Kabar membanggakan kembali datang dari mahasiswa IAIN Parepare atas prestasi yang diraih dalam kegiatan Pekan olaraga Daerah Sulawesi Selatan (Porda Sulsel) XVI.

Lima orang  yang tergabung dalam lembaga organisasi kemahasiswaan Perkemi Dojo IAIN Parepare yang mewakili  kota Parepare, kabupaten Pinrang dan kabupaten Luwu ikut dalam kegiatan Porda tersebut.

Empat orang diantaranya berhasil meraih 1 medali emas, 1 medali perak dan 2 medali perunggu dalam cabang olaraga Kempo. Adapun peraih medali emas yaitu Rahmatiah, Surianti Firman (perak), Khusnul Khotimah (perunggu) dan Abdul Wahab (perunggu).

Rahmatiah sebagai peraih medali emas mengungkapkan kesyukuran atas pencapaiannya. “Alhamdulillah berkat doa dan semangat dari orangtua, pelatih dan teman-teman.  Medali ini saya persembahkan untuk mereka yang tidak berhenti menyemangati saya. Ke depannya mungkin saya ingin fokus dulu ke pendidikan, tapi Kempo tetap jalan. Bagi saya, karir dan pendidikan sama pentingnya,” tegasnya.

Sementara Ketua Perkemi Dojo IAIN Parepare, Adi Irwandi turut bersyukur dan berterima kasih kepada para pelatih yang telah bekerja keras untuk mendidik para atlet.

[caption id="attachment_8887" align="alignnone" width="300"] Foto kelima mahasiswa yang mewakili kabupaten/kota[/caption]

“Saya harap prestasi yang didapatkan oleh para anggota yang mengikuti kegiatan Porda Sulsel XVI  di kabupaten Pinrang ini, agar senantiasa bersyukur serta semangat latihan, dapat meningkatkan prestasinya dan  anggota yang lain dapat termotivasi, lebih giat lagi berlatih sehingga dapat mengikuti jejak anggota yang telah berhasil mengharumkan nama organisasi pada khususnya dan juga nama IAIN Parepare,” ungkap Adi Irwandi saat diwawancarai via whatsapp (Senin, 01/10).

Workshop Pendidikan QMT sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Tenaga Pendidik

IAIN Parepare--- Program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris jurusan Tarbiyah dan Adab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar workshop pendidikan Quantum Miracle Teaching (QMT) di lantai 5 gedung Perpustakaan IAIN Parepare, Minggu (30/09).

Hadir pemateri CEO Sinergi Motiva Indonesia, Sardin Damis. Ia merupakan CEO Sinergi Motiva Indonesia (Motivator Pendidikan penulis buku QMT Public Speaker).



Sebanyak 91 peserta yang terdiri dari mahasiswa IAIN Parepare(calon guru), guru serta dosen. Para peserta merupakan alumni STAIN Parepare yang  kini berubah menjadi IAIN Parepare maupun tamu undangan yang berasal dari berbagai daerah mulai dari dalam kota Parepare hingga luar kota seperti kabupaten Sidrap, Pinrang dan Polman.

Menurut Mujahidah selaku Ketua penanggungjawab Prodi Pendidikan Bahasa Inggris pelaksanaan workshop tersebut sebagai wujud komitmen serta tanggungjawab dalam peningkatan kualitas pendidikan.

“Sebagai penanggungjawab prodi pendidikan bahasa Inggris kami merasa ikut bertanggungjawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan khususnya kepada tenaga pendidik ataupun yang memang secara langsung adalah output  dari jurusan Tarbiyah IAIN Parepare,” jelasnya saat menyampaikan laporan.



Lebih lanjut Mujahidah mengungkapkan pelaksanaan workshop Quantum Miracle Teaching  dapat dijadikan sebagai model inovasi pengajaran.

“Kami menfasilitasi para mahasiswa sebagai calon guru, guru dan dosen dalam meningkatkan kualitas mereka dalam kegiatan Quantum Miracle Teaching. Model Quantum miracle teaching ini adalah model inovasi pengajaran terbaru yang perlu diketahui dan menjadi bekal pada guru dalam proses belajar mengajar,” tambah Mujahidah.



Ketua jurusan Tarbiyah dan Adab IAIN Parepare, Bahtiar sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Bahtiar melihat kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap calon tenaga guru baik itu mahasiswa, alumni kampus, serta para tenaga pendidik yang turut hadir menjadi peserta workshop.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kelembagaan, Muhammad Djunaidi yang turut hadir membuka kegiatan menjelaskan pentingnya mahasiswa memiliki kompetensi yang dibuktikan dalam SKPI (Surat Pendamping Ijazah).



“Ijazah-ijazah S1 sekarang itu harus didampingi dengan SKPI, apa yang tercantum didalamnya mengenai kemampuan apa, kompetensi apa  yang dimiliki oleh pemilik ijazah. Itulah yang dilihat oleh pemakai dalam rangka rekruitmen tenaga kerja,” jelas Muhammad Djunaidi saat memberi sambutan.

[caption id="attachment_8884" align="alignnone" width="300"] Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara IAIN Parepare dengan CEO Sinergi Motiva Indonesia[/caption]