Selasa, 18 September 2018

Penarikan KPM IAIN Parepare Rangkaikan Pengumuman Pemenang KPM Expo

IAIN Parepare--- Penarikan secara resmi peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dilaksanakan di pelataran gedung N, IAIN Parepare (Minggu, 16/09).

Penarikan tersebut ditandai dengan pelepasan Pakaian Dinas Harian (PDH) KPM secara simbolis oleh Rektor IAIN Parepare disaksikan langsung  oleh para pejabat lembaga dan unit-unit kampus serta segenap panitia KPM 2018.



Dalam penarikan tersebut, dirangkaikan pula pengumuman pemenang juara dalam kompetisi KPM Expo yang digelar pada Sabtu malam (15/09). Adapun kategori juara mencakup juara produk unggulan posko  dan galeri foto posko terbaik. Selama masa pengabdian masyarakat, para mahasiswa mengelolah potensi desa dalam pemberdayaan masyarakat.

Salah seorang mahasiswa, Muhammad Restu Singgih mengungkapkan banyaknya pelajaran yang diperoleh saat menjalani KPM. “Kita mendapatkan pelajaran yang berharga, kita hidup di lingkungan masyarakat dan nantinya itu sangat bermanfaat bagi kami,” tutur Restu, Koordinator posko.

Tanggapan senada juga diungkpakan oleh Primadita yang turut menjadi peserta KPM 2018. “Di KPM dapat kegiatan baru dan suasananya seperti ‘this like you practice all of the the theory’ dan kayak ‘selamat datang di dunia nyata’ di mana kita akan sampaikan ilmu dari bangku perkuliahan kepada masyarakat. Jadi seperti ada pengalaman baru yang besar untuk preparing (persiapan) ke masa depan nantinya,” ungkapnya usai mengikuti penarikan KPM.

Sementara Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan dalam sambutannya mengingatkan kepada mahasiswa agar segera melakukan registrasi untuk semester berikutnya. Ahmad juga berpesan agar  mahasiswa menjaga kesehatan dikarenakan kegiatan Praktek Pengalaman Kerja (PPL) yang akan segera dilaksanakan.

 

Expo KPM IAIN Parepare: Pamerkan Produk Mahasiswa, Kontribusi Ekonomi Kerakyatan

IAIN Parepare--- Usai melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat selama 45 hari pada dua kabupaten (Enrekang dan Sidrap), ratusan peserta  KPM mengikuti KPM Expo (pameran) di Auditorium IAIN Parepare, Sabtu malam (15/09).

Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Expo IAIN Parepare merupakan expo pertama dengan memamerkan berbagai hasil karya kreativitas mahasiswa baik dalam bentuk inovasi kuliner maupun berbagai souvenir menarik.





Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) IAIN Parepare, Dr. Zainal Said menjelaskan hasil yang dipamerkan mahasiswa dalam KPM Expo tersebut akan menjadi kontribusi tersendiri bagi kampus maupun kontribusi dalam konteks ekonomi kerakyatan.

“Inilah orientasi pengabdian masyarakat yang diharapkan,  berdasarkan atau muatan dalam perguruan tinggi bahwa salah satu tujuan perguruan tinggi adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Berbagai karya pun dipamerkan oleh mahasiswa KPM. Setiap posko menampilkan foto-foto dokumentasi kegiatan, kerajinan tangan yang terbuat dari barang bekas yang diolah kembali maupun menyajikan kuliner sesuai dengan ciri khas hasil bumi pada desa yang ditempati.



Sementara Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan mengungkapkan rasa bangganya terhadap hasil karya yang dihasilkan. Ahmad juga berharap kegiatan KPM Expo tetap dilanjutkan dan terus dikembangkan.

“Kegiatan yang seperti ini adalah sebuah hasil karya dan inovasi di IAIN Parepare. Ternyata, mahasiswa kita bukan hanya ahli dalam bidang ilmu pengetahuan tetapi mereka juga ahli dalam bidang keterampilan,” ungkap Ahmad sebelum membuka KPM Expo.

Salah seorang peserta KPM, Primadita  yang turut mengikuti KPM Expo mengungkapkan keseruannya dalam mengikuti expo tersebut.

“Pamerannya ini kan baru pertama kali dilaksanakan, jadi kayak benar-benar diberikan apresiasi karya kami, bisa diperlihatkan dengan semua orang. Jadi kesannya disana, memang ada yang dikerjakan dan bisa memberdayakan masyarakat,” tuturnya (16/09).









 













Workshop Dosen: Kenalkan Pembelajaran E-Learning

IAIN Parepare--- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar workshop dosen di ruang seminar Pascasarjana IAIN Parepare, Jum’at (16/09).

Diikuti 25 orang yang terdiri dari 24 dosen PPNPN (Pegawai Pemerintah Non PNS) tahun 2018 dan satu orang dosen PPNPN tahun 2018. Hadir sebagai pemateri Rektor IAIN Parepare, para pelaksana tugas Wakil Rektor, Kepala Biro AUAK, ketua-ketua jurusan serta tim dari TIPD (Teknologi Informasi Pusat Data) IAIN Parepare.



Workshop dosen merupakan kegiatan wajib diikuti oleh dosen khususnya dosen baru. Hal ini dilaksanakan guna menyamakan persepsi (relevansi) ilmu pengetahuan serta metode pembelajaran yang dimiliki dosen dengan aturan yang berlaku di IAIN Parepare.

Ketua Panitia, Dr. Herdah mengungkapkan alumni workshop tersebut akan menggunakan e-learning dalam proses pembelajarannya. “Jadi alumni workshop ini diharapkan menggunakan pembelajaran E-learning dan akan dipantau langsung oleh TIPD,”ungkapnya saat memberi laporan.

Sebelumnya, pembelajaran E-learning telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir. E-learning tersebut merupakan adopsi dari UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Dalam penggunaan E-learniang, dosen dan mahasiswa dapat melakukan interaksi seperti melakukan diskusi mengenai topik tertentu, dosen dapat mempublish (mengupload) materi, sementara mahasiswa dapat mengirim tugasnya maupun mejawab kuiz yang telah disediakan oleh dosen yang pengampuh mata kuliah.



Dalam sambutannya, Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan mengungkapkan perluanya inovasi-inovasi baru dalam lembaga.

“Semua yang kita anggap positif, kita akan laksanakan di lembaga yang kita cintai ini. Kita juga selalu melakukan studi banding di beberapa perguruan tinggi, yang kita anggap sudah bisa dilaksanakan di kampus kita, maka kita akan laksanakan,” jelasnya.

Selain itu, Ahmad juga mengajak agar para dosen tetap objektif dalam memberi penilaian kepada mahasiswa, senantiasa melakukan update (memperbaruhi) ilmu pengetahuan dan teknologi. Ahmad juga menekankan tidak ada larangan dosen untuk mendaftar CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) yang akan dibuka dalam waktu dekat ini.

“Tidak ada larangan dari kami, dosen PPNPN dan dosen luar biasa (LB) selama dia masih bukan PNS (Pegawai Negeri Sipil maka silahkan ikut berkompetisi dalam CPNS ,” ujarnya sebelum mengakhiri sambutan.

Senin, 17 September 2018

3 DOSEN IAIN PAREPARE MENJADI PANELIS AICIS ke-18 DI PALU

IAIN PAREPARE. Pertama dalam sejarah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. Sebanyak 3 orang Dosen IAIN Parepare menjadi Panelis pada forum Akademik yang sangat bergengsi bagi Akademisi dunia. Sejumlah akademisi dari 22 negara bakal menghadiri kegiatan Annual International Conference  on Islamic Studies (AICIS), di Palu Sulawesi Tengah.

Dari 3 orang Dosen IAIN Parepare itu akan mempresentasikan karya ilmiah yang akan dilaksanakan pada tanggal 17-21 September 2018. Adapun yang lulus panel itu terdiri dari 1 orang lulus di invited panel, kemudian 1 orang lulus di open panel dan 1 orang lulus di selected panel. Ketiganya lolos atas undangan panitia.

Invited panel atas nama Dr. Zulfah, M.Pd dengan judul panel sessions : Skill production and teaching values in Islamic education.

Dosen yang lulus selected panel atas nama  Dr. H. Muhyddin Bakry, Lc, M.Th.I  dengan judul panel : The dynamic of Pesantren in Indonesia and its challenges in the millennial era.

Dan Dosen yang lulus open panel atas nama H. Islamul Haq, Lc, M.A  dengan judul panel : “ Text Philology, and interpretation: The contribution of manuscriptstudies in the current muslim world.

Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si mengapresiasi Dosen yang lulus seleksi pada kegiatan yang dijadwalkan akan di buka oleh Menteri Agama tersebut.

“Selamat kepada para Dosen IAIN Parepare yang akan mempresentasikan karya ilmiah di ajang AICIS ke-18 di Palu. Semoga kegiatan AICIS tahun depan akan lebih banyak lagi Dosen-dosen  akan menjadi panelis” tuturnya.

Kamis, 13 September 2018

Serap Masukan melalui Rapat Akademik Dosen

IAIN Parepare--- Menjelang aktifnya perkuliahan pada semester ganjil yang akan diikuti oleh seluruh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, ratusan orang mengikuti rapat dosen tahun akademik 2018/2019 di Aula IAIN Parepare, Kamis (13/09).




Dibuka langsung oleh Muhammad Djunaidi selaku Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, turut dihadiri pula para ketua dari berbagai jurusan, mulai dari Ketua jurusan Tarbiyah dan Adab, Ketua jurusan Syariah dan Ekonomi Islam dan Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi.

Rapat tersebut merupakan rapat yang rutin dilaksanakan sekali dalam setiap tahun. Hal ini dilakukan dalam rangka mengevaluasi serta membahas hal-hal yang terkait masalah-masalah (problem) yang ditemui dosen dalam aktivitas perkuliahan.  Selain itu dalam pertemuan ini para dosen juga diberi kesempatan mengajukan pertanyaan maupun saran dalam sesi tanya jawab.



Hamdanah Said salah seorang dosen sekaligus penggagas kode etik IAIN Parepare, memberi saran agar dalam proses perkuliahan kode etik tetap diberlakukan. "Dosen diharapkan membaca pelanggaran ringan dengan sanksi ringan. Sebab, dosen mempunyai hak menjatuhkan sanksi ringan berupa teguran," ungkapnya. Tidak hanya Hamdanah Said, beberapa dosen pun turut mengajukan beberapa pertanyaan serta saran yang ditanggapi langsung oleh para Ketua jurusan yang hadir.





Sementara Muhammad Djunaidi dalam memimpin rapat mengakui masih adanya  kekurangan yang perlu diperbaiki ke depannya. "Harus kita menyadari, memang pasti ada kekurangan. Namun, untuk menutupi kekurangan itu mari bersama-sama kita mencari solusi," ajaknya.



Selain itu, Muhammad Djunaidi juga mengungkapkan dalam waktu dekat ini, IAIN Parepare akan memiliki beberapa fakultas. "Pada saat kita berubah jadi fakultas, di situ saatnya perlu banyak pertemuan agar kita memperoleh masukan dan mencari solusi terhadap permasalahan-permasahan yang dihadapi,"terangnya.

 

Rabu, 12 September 2018

IAIN Parepare: Enam Orang dari Thailand, Resmi diterima jadi Mahasiswa Baru

IAIN Parepare--- Dari 1.851 orang penerimaan mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare tahun akademik 2018/2019, enam diantaranya merupakan mahasiswa asing dari negara Thailand.

Keenam mahasiswa asing tersebut telah diterima langsung oleh Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan di gedung Rektorat IAIN Parepare yang turut didampingi oleh Muhammad Djunaidi Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kelembagaan serta beberapa dosen IAIN Parepare, Selasa (11/09).

[caption id="attachment_8774" align="alignnone" width="300"] Enam orang mahasiswi tersebut akan tinggal di Asrama Putri yang dikelola oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Insani yang Handal (PASIH) IAIN Parepare.[/caption]

 

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan menjelaskan berbagai hal yang menyangkut IAIN Parepare termasuk aturan yang berlaku (kode etik mahasiwa). Meskipun kegiatan perkuliahan akan dimulai pada 24 September mendatang, namun mahasiswa asing tersebut telah diundang hadir di kampus IAIN Parepare. Hal ini dikarenakan agar para mahasiswa asing dapat segera beradaptasi dengan lingkungan baru.

"Kalian sudah resmi diterima, jangan ragu-ragu bertanya kalau ada hal yang tidak dipahami. Tanggal 24 September itu, kalian akan belajar sama-sama dengan mahasiswa Indonesia. Tidak ada perbedaan cuma bedanya kalian ini mahasiswa asing artinya bukan mahasiswa Indonesia," jelas Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan. 



Dengan hadirnya mahasiswa asing di IAIN Parepare akan memberi nuansa baru antar mahasiwa serta dapat meningkatkan kredibilitas dari sebuah perguruan tinggi negeri.

"Kami bangga kalian semua ada di IAIN Parepare, mudah-mudahan kalian bisa senang tinggal di Indonesia khususnya di IAIN Parepare. Kemudian kalau ada orangtua ingin jalan-jalan kesini menjenguk, itu boleh," tambah Ahmad Sultra Rustan, Rektor IAIN Parepare.

[caption id="attachment_8771" align="alignnone" width="300"] Foto Bersama[/caption]

Ke depan, Rektor IAIN Parepare juga berharap pada penerimaan mahasiswa berikutnya tidak hanya dari negara Thailand tetapi juga akan hadirnya pendaftar mahasiswa asing dari negara-negara lain.

 

Tiga Pejabat Pengelola Barang dan Jasa IAIN Parepare dilantik di Jakarta

IAIN Parepare--- Sebanyak 108 orang pejabat telah dilantik oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam, tiga diantaranya merupakan pejabat dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare yakni Ishak, Hasim dan Abdullah Hamid (31/08).

Para pejabat dilantik sebagai pejabat Fungsional Pengelola Barang dan Jasa Kementerian Agama. Hadir selaku saksi Kepala Biro Umum Syahrizal dan Kepala Biro Ortala Afrizal Zen.

[caption id="attachment_8767" align="alignnone" width="300"] Foto: Sekjen Nursyam menyaksikan penandatanganan berita acara pelantikan (foto: Sandi)[/caption]

Dikutip dari laman kemenag.go.id, pelantikan tersebut sekaligus mengukuhkan Forum Komunikasi Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa periode 2018-2023. Sekertaris Jenderal Kementerian Agama, Nur Syam mengatakan forum komunikasi adalah ikhtiar membangun jejaring. "Dunia ini tidak hanya dibangun dengan pemikiran, materi, tidak pula hanya dengan imej, tetapi juga dibangun dengan jejaring. Dengan jejaring Kementerian Agama bisa memberikan informasi kepada lebih banyak khalayak," jelasnya.



Sementara Hasim, salah seorang yang dilantik dari IAIN Parepare mengatakan pelantikan tersebut sebagai wujud apresiasi dan memberi dampak psikologi. "Alhamdulillah, pelantikan ini kami seperti diapresiasi dan kami akan lebih giat lagi," ungkapnya saat ditemui di pelataran gedung Rektorat IAIN Parepare (12/09).