Selasa, 15 Mei 2018

Seminar Hukum Prodi Hukum Pidana Islam Jadi Wadah Buka Wawasan

IAIN Parepare--- Program Studi (Prodi) Hukum Pidana Islam jurusan Syariah dan Ekonomi Islam menggelar seminar hukum di Aula IAIN Parepare (15/05). Seminar yang mengusung tema Hukum Pidana bagi Pelaku Hubungan Seks di Luar Nikah, dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen khususnya pada lingkup jurusan Syariah dan Ekonomi Islam.



H. Abdul Syatar ketua panitia sekaligus moderator seminar mengungkapkan kegiatan tersebut dilaksanakan guna memberi pemahaman kepada  mahasiswa terutama untuk menilai sejauh mana nilai relevansi antara hukum pidana Islam dengan hukum positif yang berkaitan dengan tema yang dipilih. Dengan menghadirkan pemateri Dr Marilang, SH, M.Hum (Dosen Senior dan calon guru besar UIN Alauddin Makassar) dengan pembanding H. Islamul Haq, Lc, M.A (Dosen IAIN Parepare, alumni Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir).

[caption id="attachment_8021" align="alignnone" width="300"] Sisi Kiri, H. Abdul Syatar, Lc, MHi (Moderator), Tengah H. Islamul Haq, Lc, M.A (Pembanding), dan  Sisi Kanan,  Dr Marilang, SH, M.Hum (Pemateri).[/caption]

Ketua jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, Budiman mengungkapkan apresiasinya terhadap pelaksana kegiatan. "Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan prodi hukum pidana Islam karena ini wadah membuka wawasan," ungkap Budiman.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa hukum pidana Islam memiliki cakupan pembahasan yang luas. "Bicara hukum pidana Islam itu bukan hanya bicara tentang hukum mati, potong tangan. Pidana Islam luar biasa luasnya untuk menata kehidupan manusia. Harapan saya  adik-adik  mahasiswa tidak hanya berhenti membahas kulit-kulitnya saja tetapi masuk kedalam hal-hal yang lebih esensial kaitannya dalam bidang hukum," harap Budiman.

Sementara Muhammad Djunaidi pelaksana tugas Wakil Rektor I melihat  perkembangan zaman yang diakibatkan dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial khususnya pergaulan."Ketika kita berada di lingkungan sosial itu harus mengikuti irama segala sesuatu yang terjadi dalam pergaulan, kalau kita tidak berpegang pada Al Qur'an terkait dengan norma-norma keagamaan di situlah biasa terjadi pelanggaran termasuk di dalamnya akibat pergaulan bebas terjadi penyimpangan dalam bentuk hubungan seks di luar nikah," jelas Muhammad Djunaidi sebelum membuka seminar.

 

 

 

 

 

 

Pengumuman Libur Kuliah

IAIN PAREPARE--Berdasarkan Keputusan Rektor  Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare Nomor: B. 222/Sti.08/PP.00.9/05/2018 tentang hari libur menyambut bulan suci Ramadhan 1439 H.

Kepada seluruh mahasiswa IAIN Parepare dalam rangka memasuki bulan Suci Ramadhan Tahun 1439 H. Dan pelaksanaan Ujian Masuk (UM) PTKIN lokal IAIN Parepare, maka:

  1. Perkuliahan diliburkan pada hari kamis 17 Mei 2018 (Hari Pertama Ramadhan) dan pada hari jum'at, 18 Mei 2018 kegiatan perkuliahan berjalan seperti biasa.

  2. Pada hari Senin, 21 Mei 2018 kegiatan perkuliahan diliburkan kembali karena semua gedung, ruang perkuliahan sudah dalam keadaan tersegel untuk ujian masuk (UM) PTKIN pada hari Selasa, 22 Mei 2018.

  3. Pada hari Selasa 22 Mei 2018 setelah Ujian Masuk (UM) PTKIN berlansung. maka pada jam 13.30 siang kegiatan perkuliahan kembali berjalan seperti biasa.


Demikian pengumuman ini, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

[ct_button id="button_22" size="small" solid="0" link="http://www.iainpare.ac.id/wp-content/uploads/2018/05/pengu.jpg" icon="" arrow="1" color="#0000FF" css_animation="" animation_delay=""]Download Pengumuman Libur Kuliah[/ct_button]

 

Persiapan UM-PTKIN: Dr. Ahmad Sultra Rustan Harap Perhatikan Peserta Difabel

IAIN Parepare--- Sebanyak 1540 peserta yang terdaftar  dalam Ujian Masuk Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. Dari ribuan peserta tersebut, 9 peserta diantaranya merupakan difabel atau berkebutuhan khusus.

Dr. Ahmad Sultra Rustan dalam rapat koordinasi yang dilakukan bersama panitia penerimaan mahasiswa baru berharap agar memperhatikan peserta yang memiliki kebutuhan khusus. "9 orang berkebutuhan khusus harus diatur tempatnya  sedemikian rupa, ditempatkan pada ruangan yang memang mobilitas mereka," ungkap Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan (14/05).

Lebih lanjut ia menjelaskan penerimaan mahasiswa yang memiliki kebutuhan khusus merupakan penerimaan pertama pasca berubah bentuk menjadi IAIN Parepare. Selain itu, penerimaan mahasiswa yang berkebutuhan khusus merupakan bentuk persamaan hak sebagai warga negara yang berhak mendapatkan pendidikan. "Mereka ini adalah warga negara yang punya hak sama untuk mendapatkan pendidikan," ujar Ahmad Sultra Rustan.

Rencananya ujian tertulis dan tes CBT (Computer Basic Test) akan dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2018.

 

 

Deklarasi Tolak Terorisme dan Radikalisme

IAIN Parepare --- Peristiwa ledakan bom yang terjadi di tiga titik di Surabaya menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat Indonesia khususnya di kalangan masyarakat kota Parepare. Peledakan bom bunuh diri merupakan tindakan melanggar nilai kemanusiaan dan mengganggu kerukunan umat beragama di Indonesia.

Dr. Ahmad Sultra Rustan selaku Rektor IAIN Parepare mengatakan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare secara khusus dan alim ulama secara umum menolak keras tindakan terorisme. Sebagai bentuk keprihatinan terhadap peristiwa ledakan bom yang terjadi di Surabaya (13/05),  Dr. Ahmad Sultra Rustan bersama para alim ulama se-kota Parepare menyatakan deklarasi menolak terorisme dalam kegiatan temu Alim Ulama dan Orientasi Muballigh/Muballighah (14/05).

"Kami dari alim ulama muballigh dan muballigha kota Parepare menolak terorisme, radikalisme dan NKRI harga mati", pimpin Ahmad Sultra Rustan dalam deklarasi tersebut.



Lebih lanjut ia mengingatkan agar berhati-hati dalam menyebarkan infomasi serta berharap agar para muballigh dan muballigha memanfaatkan teknologi dalam rangka untuk menyejukkan dan mencerahkan bukan memecah bangsa. "Mereka selalu menggunakan slogan-slogan agama, menggunakan atribut agama tapi kalau kita melihat pesan-pesan isinya itu hanya untuk memecah umat bangsa. Kalau kita dapat informasi, saya harap kita bertabayyun terlebih dahulu," harap Ahmad Sultra Rustan, Rektor IAIN Parepare.

 

 

 

Senin, 14 Mei 2018

Pertama Kali, Temu Alim Ulama dan Orientasi Muballigh/muballighah Se-Kota Parepare

IAIN Parepare--- Menjelang memasuki bulan suci ramadan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare bekerjasama dengan Kementerian Agama kota Parepare menggelar Temu Alim Ulama dan Orientasi Muballigh/Muballighah di lantai 5 Aula Perpustakaan KH. H. Ambo Dalle, IAIN Parepare (14/05).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan muballigh dan muballighah se-kota Parepare. Menurut Budiman Ketua Panitia kegiatan menjelaskan mubalig memiliki posisi strategis dalam meluruskan dan memperbaiki moral bangsa secara keseluruhan. "Sejatinya muballigh, muballighah tidak hanya fokus menyampaikan materi tata cara shalat, rukun puasa, qurban, sejarah fitra nabi. Kurang menyentuh sisi bagaimana shalat berkolerasi dengan character building, puasa dan kepekaan sosial, qurban dengan spirit qurban dan nasionalisme bangsa," jelas Budiman.



Pelaksanaan orientasi alim ulama muballigh dan muballighah tersebut merupakan kegiatan pertama kali dilakukan sebagai salah satu upaya memberikan pembekalan kepada para muballig dan muballigha sebelum terjun ke tengah-tengah masyarakat dalam menyebarkan syiar Islam khususnya dalam bulan suci ramadan.

Dengan mengangkat tema dakwah yang menyejukkan dan mencerahkan diharapkan para muballigh dan muballighah menyampaikan dakwah yang menunjuk bukan menonjok, dakwah yang merangkul bukan memukul, dakwah yang penuh keramahan bukan kemarahan, dakwah yang menyejukkan bukan mengeruhkan, dakwah yang mengajak bukan mengejek, dakwah yang mecerdaskan bukan mengaburkan, dakwah dengan penuh ajaran kesucian bukan sarat dengan ujaran kebencian dan sama-sama yang kita inginkan adalah dakwah yang menginspirasi bukan menprovokasi. Hal tersebut disampaikan oleh Budiman selaku ketua Panitia saat menyampaikan laporan.



"Kita harapkan para mubaligh/muballighah tidak terpengaruh dan tidak terkontaminasi dengan hal-hal yang sifatnya politik praktis, mari kita mengayomi umat," tambah Budiman, Ketua Panitia

Sementara Dr. Ahmad Sultra Rustan berharap agar kegiatan temu alim ulama dan orientasi muballigh/muballighah terus berlanjut. "Ini harus terus kita lanjutkan, hanya dengan cara inilah kita bisa menjaga keutuhan bangsa, keutuhan agama Islam", ungkap Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan.



Lebih lanjut ia menjelaskan seorang muballigh dan mubballighah harus melakukan tabbayyun  terhadap suatu informasi. "Seorang ulama atau muballigh harus benar-benar meneliti sesuatu manakala menyampaikan suatu informasi kepada masyarakat. Kita kalau dapat informasi, saya harap kita bertabayyun terlebih dahulu. Ketika kita sudah bertabayyun, baru kita share," harap  Ahmad Sultra Rustan, sebelum membuka kegiatan.

 

Implementasikan True Historical Thinking, Prodi Tadris IPS Kunjungi Situs Sejarah

IAIN Parepare--- Dua situs sejarah di Sulawesi Selatan diantaranya cagar budaya Leang-Leang yang terletak di kabupaten Maros dan Fort Rotterdam di Makassar menjadi target lokasi studi lapangan yang dikunjungi oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) jurusan Tarbiyah dan Adab, IAIN Parepare (12/05).

[caption id="attachment_7963" align="alignnone" width="300"] Lokasi Fort Rotterdam, Makassar. Mahasiswa antusias menyimak penjelasan[/caption]

Studi lapangan yang dilakukan sebagai upaya  pemahaman nilai-nilai sejarah berdasarkan kebudayaan fisik yang ditinggalkan. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa khususnya program studi tadris IPS mengetahui dan memahami perjalanan sejarah. "Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa mampu memahami sebuah sejarah dengan mengimplementasikan cara berpikir historis (historical thinking) yang benar," harap salah satu Dosen Pembimbing Studi Lapangan, Fawziah Zahrawati B (14/05).

[caption id="attachment_7962" align="alignnone" width="300"] Lokasi Fort Rotterdam, Makassar.[/caption]

[caption id="attachment_7965" align="alignnone" width="300"] Lokasi Gua Leang-leang, Maros     [/caption]

Selain itu, mahasiswa juga memahami arti penting sejarah bagi perjalanan sebuah bangsa dikarenakan sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Salah satu mahasiswa yang ikut dalam studi lapangan tersebut mengaku senang dikarenakan diberi kesempatan mengunjungi tempat-tempat bersejarah secara langsung. "Di gua Leang-leang, Kami dapat melihat langsung tanda-tanda bahwa pernah ada kelompok manusia purba yang hidup dengan melihat cap tangan yang berada di dinding gua," jelas Mahasiswa Prodi Tadris IPS, Nurhikmah.

Lebih lanjut,  ia  menjelaskan pada lokasi kedua yakni Fort Roterdam Makassar, para mahasiswa juga diperlihatkan benda-benda bersejarah dari berbagai daerah peninggalan  zaman kolonial Belanda.



 

 

 

Irsan Idrus, Mahasiswa IAIN Parepare Jadi Duta Pariwisata Kota Parepare

IAIN Parepare—Mahasiswa Insitut Agama Islam (IAIN) Parepare Irsan Idrus, Jurusan Tarbiyah dan Adab, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris berhasil meraih juara I (satu) pada event Pemilihan Duta Pariwisata Parepare tahun 2018, Jum’at (11/05/2018) bertempat di Dinas Olahraga, Pemuda dan Pariwisata (DOPP)  kota Parepare.

Pemilihan Duta Pariwista Parepare sebagai program tahunan untuk mencari generasi muda berbakat, cerdas dan kreatif dalam mempromosikan tempat wisata dan kebudayaan. Sebanyak 20 peserta yang ikut malam Grand Final  pemilihan Duta Pariwisata 2018 menampilkan bakat masing-masing dalam mempromosikan destinasi wisata dan tempat bersejarah dengan mengenakan pakaian khas Sulawesi.

“Sangat bersyukur dan bahagia. Ini  adalah tanggungjawab yang harus kita jaga sebagai Duta Pariwisata selaku referensi Pemerintah Kota Parepare. Saya beraharap bisa terus ikut berkomitmen dan berkontribusi untuk kota Parepare, khususnya terkait Pariwisata,” ungkap Irsan Idrus.

Reporter: Irsandi