IAIN Pareparen --- Program Studi (Prodi) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) jurusan Dakwah dan Komunikasi, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare bekerja sama dengan WFF (World Wildlife Fund for Nature) Indonesia mengadakan Lokakarya di Movie room, Gedung Lab IAIN Parepare (11 s/d 13 Mei 2018).
Menurut Dr. Ramli selaku Ketua Penanggungjawab Prodi PMI mengatakan kegiatan lokakarya dilakukan guna peningkatan pengetahuan tentang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), peningkatan kemampuan mengaitkan (Integrasi) program lembaga (inisiatif lokal/LSM) dengan TPB, serta peningkatan kemampuan penulisan untuk perubahan, sebagai alat penyebaran capaian kualitas.
Kegiatan yang dibuka oleh pelaksana tugas Wakil Rektor I Muhammad Djunaidi dengan mengundang peserta dari berbagai kalangan mulai dari media, akademisi (IAIN Parepare dan Universitas Muhammadiyah Parepare), perwakilan dari perusahaan yang ada di kota Parepare serta beberapa orang dari perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) wilayah Sulawesi.
Senin, 14 Mei 2018
10 Tahun Prodi KPI, Rayakan dengan Seminar Nasional dan Broadcasting Competition
IAIN Parepare--- Program studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam jurusan Dakwah dan Komunikasi bekerja sama dengan magister Komunikasi dan Penyiaran Islam Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar seminar nasional di Aula IAIN Parepare (13/05). Hadir Wakil Rektor Satu, Dr. Sudirman L yang mewakili Rektor IAIN Parepare membuka kegiatan seminar tersebut.
Dengan mengangkat tema Literasi Media dan Politik Generasi Milenial, mengajak kepada peserta seminar agar bijak menggunakan media serta kepedulian terhadap politik khususnya pada generasi milenial. Terlebih lagi pemilihan kepala daerah akan digelar dalam waktu dekat ini.
Seminar yang terbuka untuk umum ini menghadirkan beberapa narasumber seperti Dr. Muhammad Zamroni (Ketua Asosiasi Prodi KPI Se- Indonesia ASKOPIS), Dr. Prilani (Pakar Komunikasi & Dewan Pakar ASKOPIS), Dr. Muhammad Qadaruddin (Ketua Penanggungjawab Prodi KPI Pascasarjana & Pengurus Pusat ASKOPIS), Nur Nahdia, SE, M. Ak (Ketua KPUD Kota Parepare) dengan Keynote Speaker Prof. Dr. Muh Yusuf Khalid, Guru Besar Universitas Sains Islam Malaysia.
Dalam pembicaraannya, Prof. Dr. Muh. Yusuf Khalid mengatakan kepada peserta seminar agar berkreativitas dalam menggunakan media. Mengingat kreativitas dalam menyampaikan pesan sangat dibutuhkan untuk menarik khalayak.

Program Studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) merupakan program studi yang pertama dalam jurusan Dakwah dan Komunikasi. Memasuki 10 tahun usia Prodi KPI, Nurhakki Ketua Penanggungjawab Prodi melihat adanya peningkatan. "Alhamdulillah diusia 10 tahun minat terhadap prodi KPI itu kita lihat bahwa menunjukkan progresif yang sangat signifikan," ungkapnya saat memberi sambutan.
Selain mengadakan seminar nasional, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Broadcasting Competition yang terdiri dari lomba mading, news anchor dan iklan layanan masyarakat. Muhammad Saleh selaku ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi mengungkapkan apresiasinya terhadap Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam dan berharap agar akreditasi Prodi KPI akan meningkat. "Mudah-mudahan ini awal kegiatan seminar memberi pengaruh besar terhadap akreditasi, karena kita sekarang Alhamdulillah KPI akreditasi B dan Insyaallah setelah normalisasi beralih dari Prodi menjadi jurusan, mudah-mudahan kita akan tingkatkan menjadi akreditasi A," harap Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi, Muhammad Saleh.
Dengan mengangkat tema Literasi Media dan Politik Generasi Milenial, mengajak kepada peserta seminar agar bijak menggunakan media serta kepedulian terhadap politik khususnya pada generasi milenial. Terlebih lagi pemilihan kepala daerah akan digelar dalam waktu dekat ini.
Seminar yang terbuka untuk umum ini menghadirkan beberapa narasumber seperti Dr. Muhammad Zamroni (Ketua Asosiasi Prodi KPI Se- Indonesia ASKOPIS), Dr. Prilani (Pakar Komunikasi & Dewan Pakar ASKOPIS), Dr. Muhammad Qadaruddin (Ketua Penanggungjawab Prodi KPI Pascasarjana & Pengurus Pusat ASKOPIS), Nur Nahdia, SE, M. Ak (Ketua KPUD Kota Parepare) dengan Keynote Speaker Prof. Dr. Muh Yusuf Khalid, Guru Besar Universitas Sains Islam Malaysia.
Dalam pembicaraannya, Prof. Dr. Muh. Yusuf Khalid mengatakan kepada peserta seminar agar berkreativitas dalam menggunakan media. Mengingat kreativitas dalam menyampaikan pesan sangat dibutuhkan untuk menarik khalayak.
Program Studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) merupakan program studi yang pertama dalam jurusan Dakwah dan Komunikasi. Memasuki 10 tahun usia Prodi KPI, Nurhakki Ketua Penanggungjawab Prodi melihat adanya peningkatan. "Alhamdulillah diusia 10 tahun minat terhadap prodi KPI itu kita lihat bahwa menunjukkan progresif yang sangat signifikan," ungkapnya saat memberi sambutan.
Selain mengadakan seminar nasional, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Broadcasting Competition yang terdiri dari lomba mading, news anchor dan iklan layanan masyarakat. Muhammad Saleh selaku ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi mengungkapkan apresiasinya terhadap Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam dan berharap agar akreditasi Prodi KPI akan meningkat. "Mudah-mudahan ini awal kegiatan seminar memberi pengaruh besar terhadap akreditasi, karena kita sekarang Alhamdulillah KPI akreditasi B dan Insyaallah setelah normalisasi beralih dari Prodi menjadi jurusan, mudah-mudahan kita akan tingkatkan menjadi akreditasi A," harap Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi, Muhammad Saleh.
Sabtu, 12 Mei 2018
Info: 31 Mei 2018, Batas Pendaftaran Mahasiswa Baru Pascasarjana IAIN Parepare
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare telah membuka pendaftaran mahasiswa baru program Pascasarjana. Pendaftaran yang dimulai sejak 10 April 2018 akan berakhir hingga 31 Mei 2018. Berikut sambutan & Tenaga pengajar yang dikutip dari brosur resmi panitia penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana IAIN Parepare:
Sambutan & Tenaga Pengajar
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare adalah peralihan dari perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare sesuai Peraturan Presiden nomor 29 tahun 2018 dan satu-satunya perguruan tinggi berstatus Negeri di kawasan Ajatappareng Sulawesi Selatan dan sudah diakreditasi Institusi oleh Pemerintah dalam hal ini Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan memperoleh Predikat B.
Status terakreditasi mengindikasikan bahwa kualitas pembelajaran di IAIN Parepare, dapat disetarakan dengan pembelajaran pada Perguruan Tinggi terakreditasi lainnya di Indonesia. Dengan status terakreditasi tersebut, para lulusannya akan dapat bersaing secara Nasional, mengingat bahwa fenomena rekruitmen tenaga kerja saat ini, selalu mensyaratkan berasal dari perguruan tinggi yang terakreditasi.
Program pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dibuka berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 1426 tahun 2014 dan saat ini Program Pascasarjana IAIN Parepare telah menyelenggarakan enam program studi yaitu:
Tenaga pengajar diprogram Pascasarjana IAIN Parepare saat ini berjumlah 60 orang dengan kualifikasi pendidikan minimal Strata Tiga (Doktor).
Berikut syarat pedaftaran:
Biaya Pendidikan dan Kelas:
Kelas Reguler: Senin - Jumat (jam 13.00-18.00)
Untuk pengambilan formulir pendaftaran, silahkan berkunjung ke kantor Pascasarjana IAIN Parepare.
Download Brosur Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana IAIN Parepare
Sambutan & Tenaga Pengajar
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare adalah peralihan dari perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare sesuai Peraturan Presiden nomor 29 tahun 2018 dan satu-satunya perguruan tinggi berstatus Negeri di kawasan Ajatappareng Sulawesi Selatan dan sudah diakreditasi Institusi oleh Pemerintah dalam hal ini Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan memperoleh Predikat B.
Status terakreditasi mengindikasikan bahwa kualitas pembelajaran di IAIN Parepare, dapat disetarakan dengan pembelajaran pada Perguruan Tinggi terakreditasi lainnya di Indonesia. Dengan status terakreditasi tersebut, para lulusannya akan dapat bersaing secara Nasional, mengingat bahwa fenomena rekruitmen tenaga kerja saat ini, selalu mensyaratkan berasal dari perguruan tinggi yang terakreditasi.
Program pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dibuka berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 1426 tahun 2014 dan saat ini Program Pascasarjana IAIN Parepare telah menyelenggarakan enam program studi yaitu:
- Magister Pendidikan Agama Islam
- Magister Ekonomi Syariah
- Magister Komunikasi Penyiaran Islam
- Magister Pendidikan Bahasa Arab
- Magister Tadris bahasa Inggris
- Magister Hukum Keluarga Islam (Ahwalulsyaksiah)
Tenaga pengajar diprogram Pascasarjana IAIN Parepare saat ini berjumlah 60 orang dengan kualifikasi pendidikan minimal Strata Tiga (Doktor).
Wassalam,
Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Abd. Rahim Arsyad, M.A
Berikut syarat pedaftaran:
- Mengisi formulir pendaftaran
- Berijazah Sarjana (S1) yang diakui oleh pemerintah
- Fotocopy Ijazah S1 yang dilegalisir (3 lembar)
- IPK minimal 2,75
- Pas photo ukuran 3X4 (3 lembar)
- Mampu berbahasa Inggris dan Arab yang ditunjukkan dengan sertifikat TOEFL dan TOAFL dengan standar minimal 250
- Apabila point 6 tidak terpenuhi maka wajib mengikuti matrikulasi Inggris dan Arab.
Biaya Pendidikan dan Kelas:
- Pendaftaran : Rp. 500.000
- Matrikulasi : Rp. 875.000
- SPP/Semester: Rp. 3.750.000
Kelas Reguler: Senin - Jumat (jam 13.00-18.00)
Untuk pengambilan formulir pendaftaran, silahkan berkunjung ke kantor Pascasarjana IAIN Parepare.
Download Brosur Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana IAIN Parepare
Kamis, 10 Mei 2018
Lokakarya Kurikulum sebagai Upaya Peningkatan Kualitas
IAIN Parepare--- Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar Lokakarya Kurikulum Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, serta Jurusan Dakwah dan Komunikasi di Lantai Lima, Aula Perpustakaan IAIN Parepare.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari mulai 10 s/d 12 Mei 2018, memiliki arti penting sebagai bukti keseriusan lembaga dalam meningkatkan kualitas kurikulum yang inspiratif dan proaktif terhadap tuntutan dan harapan stake-holder, seperti pasar kerja, Badan Akreditasi Nasional (BAN), kebijakan pemerintah tentang KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dan SNPT/SN Dikti (Standar Nasional Pendidikan Tinggi) dan juga bukti peningkatan komitmen pimpinan program studi atau jurusan yang akan menjadi tanggung jawab kinerja dan performa diri.
Hadir sebagai pemateri Prof. Dr. Bermawi Munthe, M.A Guru Besar UIN Sunan Kalijaga di dampingi oleh Roni Ismail, M.A. Asisten Ahli UIN Sunan Kalijaga.
Syahriah Semaun selaku ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan guna merevisi kurikulum telah ada sebelumnya. Sebanyak enam program studi dari Jurusan Dakwah dan Komunikasi, Sebelas program studi dari Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam. Selain itu dalam kegiatan tersebut juga dibuat kurikulum untuk program studi baru yaitu program studi Akuntansi Syariah dan Pariwisata Syariah.

Muhammad Djunaidi Wakil Rektor I Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengungkapkan kurikulum akan selalu dievaluasi. “Lokakarya Kurikulum tersebut ialah agar bisa mendapatkan kurikulum yang bisa dijadikan acuan oleh dosen dalam melaksanakan perkuliahan, karena dalam kurikulum itu dalam perjalanannya itu selalu dilakukan evaluasi,” jelas Muhammad Djunaedi saat memberi sambutan.
Reporter: Irsandi
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari mulai 10 s/d 12 Mei 2018, memiliki arti penting sebagai bukti keseriusan lembaga dalam meningkatkan kualitas kurikulum yang inspiratif dan proaktif terhadap tuntutan dan harapan stake-holder, seperti pasar kerja, Badan Akreditasi Nasional (BAN), kebijakan pemerintah tentang KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dan SNPT/SN Dikti (Standar Nasional Pendidikan Tinggi) dan juga bukti peningkatan komitmen pimpinan program studi atau jurusan yang akan menjadi tanggung jawab kinerja dan performa diri.
Hadir sebagai pemateri Prof. Dr. Bermawi Munthe, M.A Guru Besar UIN Sunan Kalijaga di dampingi oleh Roni Ismail, M.A. Asisten Ahli UIN Sunan Kalijaga.
Syahriah Semaun selaku ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan guna merevisi kurikulum telah ada sebelumnya. Sebanyak enam program studi dari Jurusan Dakwah dan Komunikasi, Sebelas program studi dari Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam. Selain itu dalam kegiatan tersebut juga dibuat kurikulum untuk program studi baru yaitu program studi Akuntansi Syariah dan Pariwisata Syariah.
Muhammad Djunaidi Wakil Rektor I Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengungkapkan kurikulum akan selalu dievaluasi. “Lokakarya Kurikulum tersebut ialah agar bisa mendapatkan kurikulum yang bisa dijadikan acuan oleh dosen dalam melaksanakan perkuliahan, karena dalam kurikulum itu dalam perjalanannya itu selalu dilakukan evaluasi,” jelas Muhammad Djunaedi saat memberi sambutan.
Reporter: Irsandi
Rabu, 09 Mei 2018
Kajian Muslimah Dema, Buka Pemahaman tentang Perempuan
IAIN Parepare--- Dewan Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan kajian muslimah di Aula IAIN Parepare (Selasa Malam, 08/05). Kajian yang terbuka untuk umum ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan.

Kajian muslimah tersebut dilaksanakan agar memberi pemahaman kepada mahasiswa akan pentingya menjadi wanita yang cerdas dan unggul. "Semoga kita tau di mana sebenarnya posisi kita, letak kemuliaan, keistemewaan kita khususnya kaum perempuan", harap Menteri Pemberdayaan Perempuan Dema IAIN Parepare, Imasyafitri.
Sementara Dr. Hamdanah Said selaku narasumber kajian mengungkapkan akan pentingnya seorang perempuan memiliki pendidikan. Hal ini dikarenakan perempuan sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya serta menjadi isteri sekaligus ibu rumah tangga.
"Kalau perempuan tidak tau tentang gizi, bagaimana ia memberi makanan yang bergizi kepada suami dan anak-anaknya. Bagaimana ia mengajar anaknya mengaji kalau ia tidak tau mengaji, bagaimana ia mengajarkan sholat, bagaimana ia memberikan makanan halal kalau ia tidak tau membedakan makanan haram atau halal, karena itu perempuan harus berpendidikan," jelas Hamdanah Said saat menyampaikan materi kajian dengan tema Ketika Perempuan lebih Utama daripada Laki-laki.
Lebih lanjut Dr. Hamdanah Said mengatakan agar perempuan tidak menutup potensi pada diri agar menjadi unggul dalam sektor non domestik. "Setinggi-tinggi jabatan isteri, suami tetap menjadi kepala keluarga", ungkap Hamdanah Said mengingatkan.
Kajian muslimah tersebut dilaksanakan agar memberi pemahaman kepada mahasiswa akan pentingya menjadi wanita yang cerdas dan unggul. "Semoga kita tau di mana sebenarnya posisi kita, letak kemuliaan, keistemewaan kita khususnya kaum perempuan", harap Menteri Pemberdayaan Perempuan Dema IAIN Parepare, Imasyafitri.
Sementara Dr. Hamdanah Said selaku narasumber kajian mengungkapkan akan pentingnya seorang perempuan memiliki pendidikan. Hal ini dikarenakan perempuan sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya serta menjadi isteri sekaligus ibu rumah tangga.
"Kalau perempuan tidak tau tentang gizi, bagaimana ia memberi makanan yang bergizi kepada suami dan anak-anaknya. Bagaimana ia mengajar anaknya mengaji kalau ia tidak tau mengaji, bagaimana ia mengajarkan sholat, bagaimana ia memberikan makanan halal kalau ia tidak tau membedakan makanan haram atau halal, karena itu perempuan harus berpendidikan," jelas Hamdanah Said saat menyampaikan materi kajian dengan tema Ketika Perempuan lebih Utama daripada Laki-laki.
Lebih lanjut Dr. Hamdanah Said mengatakan agar perempuan tidak menutup potensi pada diri agar menjadi unggul dalam sektor non domestik. "Setinggi-tinggi jabatan isteri, suami tetap menjadi kepala keluarga", ungkap Hamdanah Said mengingatkan.
Komunitas Jejak Jendela Pamerkan Ratusan Buku
IAIN Parepare --- Ratusan buku dengan berbagai genre dipamerkan oleh Mahasiswa IAIN Parepare yang tergabung dalam Komunitas Jejak Jendela (08/05). Ratusan buku tersebut diperoleh dari berbagai sumbangsi dari organisasi intra maupun ekstra kampus IAIN Parepare serta sumbangsi buku dari beberapa komunitas literasi yang yang ada di kota Parepare.
Buku-buku tersebut dipamerkan di lokasi pelataran gedung N, IAIN Parepare agar dibaca oleh mahasiswa. Berbagai buku menarik terhampar luas di atas terpal sehingga memudahkan mahasiswa untuk melihat berbagai judul-judul yang ditawarkan.
Suci salah satu mahasiswa IAIN Parepare mengungkapkan banyaknya manfaat dengan adanya pameran tersebut baik mahasiswa IAIN Parepare maupun mahasiswa luar yang berkunjung. "Pameran ini kita bisa mendapatkan beberapa buku pelajaran yang mungkin tidak kita dapatkan di Perpustakaan, sehingga kemarin saya dapat melihat sebagian mahasiswa dapat mendapatkan beberapa materinya di buku tersebut dan juga kita bisa mendapatkan beberapa novel-novel yang belum kita miliki," ungkap Suci salah satu pembaca pada pameran buku tersebut.
Sementara Muhammad Firman, Ketua Komunitas Jejak Jendela mengatakan kegiatan pameran tersebut dilakukan guna mengembalikan jiwa mahasiswa dengan membaca buku. "Bagaimana mengembalikan jiwa mahasiswa yang sesungguhnya yaitu membaca, dalam artian ketika ingin memiliki wawasan ialah dengan buku-buku," jelasnya.
Buku-buku tersebut dipamerkan di lokasi pelataran gedung N, IAIN Parepare agar dibaca oleh mahasiswa. Berbagai buku menarik terhampar luas di atas terpal sehingga memudahkan mahasiswa untuk melihat berbagai judul-judul yang ditawarkan.
Suci salah satu mahasiswa IAIN Parepare mengungkapkan banyaknya manfaat dengan adanya pameran tersebut baik mahasiswa IAIN Parepare maupun mahasiswa luar yang berkunjung. "Pameran ini kita bisa mendapatkan beberapa buku pelajaran yang mungkin tidak kita dapatkan di Perpustakaan, sehingga kemarin saya dapat melihat sebagian mahasiswa dapat mendapatkan beberapa materinya di buku tersebut dan juga kita bisa mendapatkan beberapa novel-novel yang belum kita miliki," ungkap Suci salah satu pembaca pada pameran buku tersebut.
Sementara Muhammad Firman, Ketua Komunitas Jejak Jendela mengatakan kegiatan pameran tersebut dilakukan guna mengembalikan jiwa mahasiswa dengan membaca buku. "Bagaimana mengembalikan jiwa mahasiswa yang sesungguhnya yaitu membaca, dalam artian ketika ingin memiliki wawasan ialah dengan buku-buku," jelasnya.
IAIN Parepare Ikut Rapat Koordinasi Penetapan Judul Ceramah Ramadan
IAIN Parepare --- Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kementerian Agama (kemenag) kota Parepare melakukan rapat koordinasi untuk penetapan judul ceramah di kantor Kemenag kota Parepare. Hal ini dilakukan dalam rangka persiapan bulan suci Ramadan.

Rapat tersebut dihadiri oleh Rektor IAIN Parepare, Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) kota Parepare, FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama), Polres (Kepolisian Resor), dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Salah satu hasil dari rapat koordinasi tersebut, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare akan menyelenggarakan Orientasi Ulama se-Kota Parepare di kampus IAIN Parepare.
Rapat tersebut dihadiri oleh Rektor IAIN Parepare, Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) kota Parepare, FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama), Polres (Kepolisian Resor), dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Salah satu hasil dari rapat koordinasi tersebut, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare akan menyelenggarakan Orientasi Ulama se-Kota Parepare di kampus IAIN Parepare.
Langganan:
Postingan (Atom)