IAIN Parepare--- Program studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam jurusan Dakwah dan Komunikasi bekerja sama dengan jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare akan menggelar seminar nasional di Aula IAIN Parepare.
Seminar yang akan digelar pada tanggal 13 Mei 2018 juga dirangkaikan dengan Broadcasting competition yang akan diikuti peserta dari tingkat Sekolah Menengah atas (SMA) sederajat.
Seminar yang terbuka untuk umum tersebut, akan diisi oleh beberapa narasumber seperti Dr. Muhammad Zamroni (Ketua Asosiasi Prodi KPI Se- Indonesia ASKOPIS), Dr. Prilani (Pakar Komunikasi & Dewan Pakar ASKOPIS), Dr. Muhammad Qadaruddin (Ketua Penanggungjawab Prodi KPI Pascasarjana & Pengurus Pusat ASKOPIS), Nur Nahdia (Ketua KPUD Kota Parepare) dengan Keynote Speaker Dr. Ahmad Sultra Rustan (Rektor IAIN Parepare & Dewan Pertimbangan ASKOPIS).
Seminar Nasional yang mengangkat tema Literasi Media dan Politik Generasi Millenial dengan dimoderatori Nahrul Hayat, Dosen Komunikasi IAIN Parepare. Nurhakki selaku Ketua Penanggungjawab Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam melihat kekhawatiran terhadap minimnya literasi media dan kurangnya pemahaman terhadap politik di kalangan anak muda khususnya pada generasi millenial, terlebih lagi tahun ini merupakan tahun politik sehingga penting untuk melaksanakan kegiatan seminar tersebut.
Selasa, 08 Mei 2018
Senin, 07 Mei 2018
IAIN Parepare akan Usulkan Jurusan Baru
IAIN Parepare--- Pengembangan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare terus diupayakan oleh segenap civitas akademik. Seperti halnya yang dilakukan oleh Rektor dan para Wakil Rektor IAIN Parepare dalam hal pengembangan program studi atau jurusan baru. Hal ini sesuai dengan pernyataan Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan dalam acara Talkshow TV Peduli Parepare (07/05).
Didampingi Wakil Rektor II Sudirman L, Rektor IAIN Parepare Ahmad Sultra Rustan mengungkapkan akan mengusulkan jurusan baru ke Kementerian Agama Republik Indonesia (RI). "Sekarang kita sudah punya perpustakaan, sayang sekali kalau tidak dibarengi dengan pembentukan program studi atau jurusan perpustakaan," ungkap Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan.
Selain akan mengusulkan jurusan Perpustakaan, IAIN Parepare juga akan mengusulkan untuk membuka jurusan Arsitektur dan jurusan Seni Islam. "Ini jurusan akan segera kita usulkan dan kembangkan pasca perubahan bentuk ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat IAIN Parepare, kita bisa memiliki 30 jurusan untuk S1"
Sementara Pascasarjana IAIN Parepare juga akan mengajukan permohonan izin untuk membuka jurusan Manajemen Pendidikan Islam. "Kita persiapkan dokumennya untuk dikirim ke pusat. Doa masyarakat kita harapkan, semoga doa kita terkabul. Mudah-mudahan bisa direspon positif oleh pemerintah dan diberi izin," harap Ahmad Sultra Rustan yang baru-baru ini dilantik menjadi Rektor IAIN Parepare.
Didampingi Wakil Rektor II Sudirman L, Rektor IAIN Parepare Ahmad Sultra Rustan mengungkapkan akan mengusulkan jurusan baru ke Kementerian Agama Republik Indonesia (RI). "Sekarang kita sudah punya perpustakaan, sayang sekali kalau tidak dibarengi dengan pembentukan program studi atau jurusan perpustakaan," ungkap Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan.
Selain akan mengusulkan jurusan Perpustakaan, IAIN Parepare juga akan mengusulkan untuk membuka jurusan Arsitektur dan jurusan Seni Islam. "Ini jurusan akan segera kita usulkan dan kembangkan pasca perubahan bentuk ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat IAIN Parepare, kita bisa memiliki 30 jurusan untuk S1"
Sementara Pascasarjana IAIN Parepare juga akan mengajukan permohonan izin untuk membuka jurusan Manajemen Pendidikan Islam. "Kita persiapkan dokumennya untuk dikirim ke pusat. Doa masyarakat kita harapkan, semoga doa kita terkabul. Mudah-mudahan bisa direspon positif oleh pemerintah dan diberi izin," harap Ahmad Sultra Rustan yang baru-baru ini dilantik menjadi Rektor IAIN Parepare.
Pameran Kreatif Ekonomi Syariah, Langkah Nyata Jadi Enterpreneur
Tingkatkan Kreativitas, Wujudkan Enterpreneur Inovatif, menjadi tema yang diusung oleh panitia pada kegiatan Pameran Kreatif Ekonomi Syariah (Pankreas) yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah jurusan Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Parepare (07/05).
[caption id="attachment_7845" align="alignnone" width="300"]
Setiap stand (tempat menjual produk) dilengkapi dengan berbagai pernak-pernik hiasan untuk menarik konsumen.[/caption]
Menurut Muhammad Ibnu Rusdi selaku Ketua Panitia, sebanyak 24 kelompok dalam bentuk stand yang diisi dengan berbagai jualan produk di pelataran gedung Syariah, IAIN Parepare. Noor Risnawati selaku ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Syariah dan Ekonomi Islam mengungkapkan kegiatan tersebut sebagai bentuk tanggungjawab Hima Prodi dalam melaksanakan kegiatan program kerja. "Tujuan dari kegiatan ini bagaimana mewujudkan jiwa-jiwa enterpreneur mahasiswa Ekonomi Syariah dan bagaimana mengembangkan kreativitas mahasiswa baik itu dalam bentuk kuliner, kerajinan tangan maupun kreativitas lainnya," jelas Ketua HMJ Syariah dan Ekonomi Islam, Noor Risnawati.
Sementara Penanggung jawab Prodi Syariah Ekonomi, Syahriyah Semaun mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan seminar enterpreneur yang telah dilaksanakan sebelumnya. "Inilah calon Enterpreneur muda yang akan menampilkan kreativitasnya. Banyak sekali yang menampilkan kuliner. Semoga tahun depan, lebih ditingkatkan dan lebih menarik," harapnya saat menyampaikan sambutan.
Pameran pertama yang diselenggarakan oleh Hima Prodi Ekonomi Syariah diapresiasi oleh Budiman selaku Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam sebagai sebuah kegiatan yang bermanfaat, menginspirasi dan memotivasi mahasiswa menjadi Enterpreneur.
[caption id="attachment_7846" align="alignnone" width="300"]
Pemotongan pita secara simbolis oleh Budiman Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam sebagai tanda pembukaan pameran yang disaksikan oleh Penanggung jawab Prodi Ekonomi Syariah dan Ketua HMJ[/caption]
Lebih lanjut Budiman menjelaskan akan pentingnya mahasiswa mengasah keterampilan dan keahlian dalam bidang apapun. "Alumni-alumni Ekonomi Syariah bisa berkiprah di mana-mana. Silahkan cari di mana kita punya bakat supaya bisa diasah kemudian dikaitkan dengan ekonomi syariah," jelas Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, Budiman sebelum membuka kegiatan. Kegiatan pameran ekonomi kreatif tersebut akan berakhir hingga hari Rabu, 09 Mei 2018.
[caption id="attachment_7845" align="alignnone" width="300"]
Menurut Muhammad Ibnu Rusdi selaku Ketua Panitia, sebanyak 24 kelompok dalam bentuk stand yang diisi dengan berbagai jualan produk di pelataran gedung Syariah, IAIN Parepare. Noor Risnawati selaku ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Syariah dan Ekonomi Islam mengungkapkan kegiatan tersebut sebagai bentuk tanggungjawab Hima Prodi dalam melaksanakan kegiatan program kerja. "Tujuan dari kegiatan ini bagaimana mewujudkan jiwa-jiwa enterpreneur mahasiswa Ekonomi Syariah dan bagaimana mengembangkan kreativitas mahasiswa baik itu dalam bentuk kuliner, kerajinan tangan maupun kreativitas lainnya," jelas Ketua HMJ Syariah dan Ekonomi Islam, Noor Risnawati.
Sementara Penanggung jawab Prodi Syariah Ekonomi, Syahriyah Semaun mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan seminar enterpreneur yang telah dilaksanakan sebelumnya. "Inilah calon Enterpreneur muda yang akan menampilkan kreativitasnya. Banyak sekali yang menampilkan kuliner. Semoga tahun depan, lebih ditingkatkan dan lebih menarik," harapnya saat menyampaikan sambutan.
Pameran pertama yang diselenggarakan oleh Hima Prodi Ekonomi Syariah diapresiasi oleh Budiman selaku Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam sebagai sebuah kegiatan yang bermanfaat, menginspirasi dan memotivasi mahasiswa menjadi Enterpreneur.
[caption id="attachment_7846" align="alignnone" width="300"]
Lebih lanjut Budiman menjelaskan akan pentingnya mahasiswa mengasah keterampilan dan keahlian dalam bidang apapun. "Alumni-alumni Ekonomi Syariah bisa berkiprah di mana-mana. Silahkan cari di mana kita punya bakat supaya bisa diasah kemudian dikaitkan dengan ekonomi syariah," jelas Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, Budiman sebelum membuka kegiatan. Kegiatan pameran ekonomi kreatif tersebut akan berakhir hingga hari Rabu, 09 Mei 2018.
Kenalkan Budaya, Racana Albadi' IAIN Parepare Turut Ikuti PW-PTK
IAIN Parepare--- Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW-PTK) yang ke-empat belas (XIV) se- Indonesia yang diselanggarakan di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, juga turut diikuti oleh kontingen Racana Albadi' IAIN Parepare. Perkemahan yang dimulai pada tanggal 03 s/d 10 Mei 2018 dengan diikuti 18 orang dan 2 pembina dari kontingen IAIN Parepare.
[caption id="attachment_7838" align="alignnone" width="300"]
Foto bersama Kontingen Racana Albadi' IAIN Parepare bersama Rektor, Wakil Rektor tiga dan para pembina[/caption]
Perkemahan yang diikuti ribuan peserta ini, diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti pentas budaya Nusantara, upacara Bhineka Tunggal Ika dengan memperkenalkan baju adat masing-masing daerah, homestay (kegiatan bakti masyarakat), dan kegiatan menarik lainnya yang dapat mengasah skill serta menambah wawasan.
Tidak hanya kegiatan untuk para anggota, dalam kegiatan perkemahan tersebut juga disediakan kegiatan khusus untuk para Ketua Dewan seperti seminar Kursus Instruktur Muda (KIM) yang dilaksanakan pada tanggal 04 s/d 06 Mei 2018. Selain itu, juga disediakan forum pembina yang diikuti oleh para Wakil Rektor III perguruan tinggi.
Dari setiap tenda, para kontingen memberikan nuansa ciri khas masing-masing daerah asal. Seperti dari kontingen IAIN Parepare yang memasang spanduk Habibie Ainun .
"Dari setiap tenda, itu memasang di depan tendanya ciri khas yang ada di kontingen masing-masing. Misalnya dari Parepare memasang spanduk Habibie Ainun itu menandakan bahwa kota kelahiran Habibie dan ada pinisi," jelas Ketua Dewan Racana Albadi' IAIN Parepare, Suharsono yang diwanwacara via Whatsapp (06/05).
[caption id="attachment_7835" align="alignnone" width="300"]
Foto: Terlihat spanduk foto patung Habibie Ainun di kontingen IAIN Parepare.[/caption]
Diakhir kegiatan, para kontingen akan mengenalkan ciri khas makanan dari masing-masing daerah mulai dari Sabang sampai Marauke. Menurut Suharsono, Kontingen dari IAIN Parepare akan memperkenalkan masakan khas dari Sulawesi Selatan seperti Palekko, konro dan roti Mantau yang juga terkenal di kota Parepare.
"Mudah-mudahan pulangnya dari PW ini kita bisa mengimplementasikan atau memberikan pengalaman kepada adik-adik lain, kepada anggota yang tidak kesempatan mengikuti kegiatan ini dan semoga kegiatan selanjutnya anggota yang diberangkatkan lebih banyak dan maksimal. Mudah-mudahan pramuka jaya selalu," harap Suharsono.
[caption id="attachment_7838" align="alignnone" width="300"]
Perkemahan yang diikuti ribuan peserta ini, diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti pentas budaya Nusantara, upacara Bhineka Tunggal Ika dengan memperkenalkan baju adat masing-masing daerah, homestay (kegiatan bakti masyarakat), dan kegiatan menarik lainnya yang dapat mengasah skill serta menambah wawasan.
Tidak hanya kegiatan untuk para anggota, dalam kegiatan perkemahan tersebut juga disediakan kegiatan khusus untuk para Ketua Dewan seperti seminar Kursus Instruktur Muda (KIM) yang dilaksanakan pada tanggal 04 s/d 06 Mei 2018. Selain itu, juga disediakan forum pembina yang diikuti oleh para Wakil Rektor III perguruan tinggi.
Dari setiap tenda, para kontingen memberikan nuansa ciri khas masing-masing daerah asal. Seperti dari kontingen IAIN Parepare yang memasang spanduk Habibie Ainun .
"Dari setiap tenda, itu memasang di depan tendanya ciri khas yang ada di kontingen masing-masing. Misalnya dari Parepare memasang spanduk Habibie Ainun itu menandakan bahwa kota kelahiran Habibie dan ada pinisi," jelas Ketua Dewan Racana Albadi' IAIN Parepare, Suharsono yang diwanwacara via Whatsapp (06/05).
[caption id="attachment_7835" align="alignnone" width="300"]
Diakhir kegiatan, para kontingen akan mengenalkan ciri khas makanan dari masing-masing daerah mulai dari Sabang sampai Marauke. Menurut Suharsono, Kontingen dari IAIN Parepare akan memperkenalkan masakan khas dari Sulawesi Selatan seperti Palekko, konro dan roti Mantau yang juga terkenal di kota Parepare.
"Mudah-mudahan pulangnya dari PW ini kita bisa mengimplementasikan atau memberikan pengalaman kepada adik-adik lain, kepada anggota yang tidak kesempatan mengikuti kegiatan ini dan semoga kegiatan selanjutnya anggota yang diberangkatkan lebih banyak dan maksimal. Mudah-mudahan pramuka jaya selalu," harap Suharsono.
"Terima kasih banyak kepada pimpinan yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini, terima kasih yang sebsar-besarnya dari keluarga racana albadi’ yang telah memberikan support, bantuan baik dalam bentuk moril maupun materi"
-Suharsono-
Ketua Dewan Racana Albadi' IAIN Parepare
Sabtu, 05 Mei 2018
Jumat, 04 Mei 2018
Jalankan Tugas Tridharma Perguruan Tinggi dengan Aktif Jadi Peneliti
IAIN Parepare--- Pasca penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) antara IAIN Parepare dengan pihak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kota Parepare, dua dari tiga orang peneliti yang merupakan dosen IAIN Parepare melakukan presentasi di kantor Diskominfo (04/05).

Presentasi yang dilakukan oleh calon peneliti terkait tentang konsep penelitian yang akan dilaksanakan pada tahun 2018. Sebelumnya, kerjasama yang telah memasuki tahun kelima, memiliki perbedaaan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebelumnya kerjasama yang disepakati hanya seputar peningkatan mahasiswa terkait dengan pendidikan, namun dua tahun terakhir telah merambah ke wilayah penelitian.
Di tahun 2018, Diskominfo kota Parepare telah mempercayakan kepada IAIN Parepare untuk melakukan penelitian terkait penyediaan data sektoral. Hal ini sesuai dengan penjelasan dari Arwah Rahman selaku Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik. "Di bidang informasi dan komunikasi publik adalah tindak lanjut dari kerjasama antara Dinas Kominfo dengan pihak IAIN Parepare. Terus tahun ini kami juga membangun perjanjian kerjasama ditandatangani sekitar beberapa bulan yang lalu, hari ini pihak IAIN menawarkan konsep riil seperti apa kegiatan yang kita akan dilakukan di tahun 2018 terkait dengan penyediaan data statistik sektoral," jelasnya usai menyaksikan presentasi (04/05).
[caption id="attachment_7808" align="alignnone" width="300"]
FotoPeneliti: Dosen Komunikasi, Nurhakki (kiri) dan Dosen Statistik, Khaerun Nisa (kanan) | Note: 1 peneliti sedang cuti sementara, A. Dian Fitriana[/caption]
Partisipasi yang dilakukan oleh dosen IAIN Parepare tersebut sebagai bentuk menjalankan tugas tridharma perguruan tinggi. "Kita selalu berusaha hadir di tengah-tengah masyarakat, bagaimana kita ada kemitraan apakah dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian. Hasil riset tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi kemaslahatan bukan sekedar pajangan sebagai komitmen terhadap amanah Tridharma perguruan tinggi," ungkap ketua peneliti, Nurhakki.
Presentasi yang dilakukan oleh calon peneliti terkait tentang konsep penelitian yang akan dilaksanakan pada tahun 2018. Sebelumnya, kerjasama yang telah memasuki tahun kelima, memiliki perbedaaan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebelumnya kerjasama yang disepakati hanya seputar peningkatan mahasiswa terkait dengan pendidikan, namun dua tahun terakhir telah merambah ke wilayah penelitian.
Di tahun 2018, Diskominfo kota Parepare telah mempercayakan kepada IAIN Parepare untuk melakukan penelitian terkait penyediaan data sektoral. Hal ini sesuai dengan penjelasan dari Arwah Rahman selaku Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik. "Di bidang informasi dan komunikasi publik adalah tindak lanjut dari kerjasama antara Dinas Kominfo dengan pihak IAIN Parepare. Terus tahun ini kami juga membangun perjanjian kerjasama ditandatangani sekitar beberapa bulan yang lalu, hari ini pihak IAIN menawarkan konsep riil seperti apa kegiatan yang kita akan dilakukan di tahun 2018 terkait dengan penyediaan data statistik sektoral," jelasnya usai menyaksikan presentasi (04/05).
[caption id="attachment_7808" align="alignnone" width="300"]
Partisipasi yang dilakukan oleh dosen IAIN Parepare tersebut sebagai bentuk menjalankan tugas tridharma perguruan tinggi. "Kita selalu berusaha hadir di tengah-tengah masyarakat, bagaimana kita ada kemitraan apakah dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian. Hasil riset tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi kemaslahatan bukan sekedar pajangan sebagai komitmen terhadap amanah Tridharma perguruan tinggi," ungkap ketua peneliti, Nurhakki.
"Pola-pola keputusan tidak diharapkan dari asumsi tetapi didasarkan pada hasil penelitian. Jika sebuah kebijakan pembangunan memang didasarkan pada hasil penelitian, maka Insyaallah akan juga menghasilkan lebih maksimal".
-Arwah Rahman-
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Diskominfo kota Parepare
Kamis, 03 Mei 2018
Peringati HARDIKNAS, Prodi PIAUD Lakukan Bakti Sosial
IAIN Parepare--- Puluhan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) jurusan Tarbiyah dan Adab IAIN Parepare melakukan bakti sosial ke TK IAIN Parepare dan TK Alminayah, di Kecamatan Soreang kota Parepare(03/05). Kegiatan bakti sosial tersebut dilakukan dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) yang jatuh pada tanggal 02 Mei 2018.

Didampingi oleh dosen pembimbing dari Prodi PIAUD serta pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah, para mahasiswa PIAUD diberi kesempatan berkolaborasi melaksanakan kegiatan bakti sosial seperti membantu kebutuhan perlengkapan alat tulis persiapan memasuki Sekolah Dasar (SD) yang telah disediakan oleh mahasiswa PIAUD sebelumnya.

Selain itu, para mahasiswa Prodi PIAUD juga memberikan contoh perlakuan arti pendidikan bagi perkembangan anak yaitu berupa kegiatan tanya jawab pada anak, membaca surah pendek, dan bernyanyi bersama para guru TK serta bermain games bersama. Syarifah Halifah ketua penanggungjawab Prodi PIAUD mengungkapkan kegiatan tersebut dilakukan selain silaturahmi juga menumbuhkan solidaritas sejak dini. "Kegiatan ini menciptakan keselarasan pendidikan anak serta menumbuhkan solidaritas pada diri anak bersama teman sebayanya," ungkapnya.
Didampingi oleh dosen pembimbing dari Prodi PIAUD serta pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah, para mahasiswa PIAUD diberi kesempatan berkolaborasi melaksanakan kegiatan bakti sosial seperti membantu kebutuhan perlengkapan alat tulis persiapan memasuki Sekolah Dasar (SD) yang telah disediakan oleh mahasiswa PIAUD sebelumnya.
Selain itu, para mahasiswa Prodi PIAUD juga memberikan contoh perlakuan arti pendidikan bagi perkembangan anak yaitu berupa kegiatan tanya jawab pada anak, membaca surah pendek, dan bernyanyi bersama para guru TK serta bermain games bersama. Syarifah Halifah ketua penanggungjawab Prodi PIAUD mengungkapkan kegiatan tersebut dilakukan selain silaturahmi juga menumbuhkan solidaritas sejak dini. "Kegiatan ini menciptakan keselarasan pendidikan anak serta menumbuhkan solidaritas pada diri anak bersama teman sebayanya," ungkapnya.
Langganan:
Postingan (Atom)